Riri bangun dari tidurnya. Kepalanya terasa sangat berat, dan berdentum. Tangannya terangkat memijit pelipisnya yang terasa sakit, ia berusaha duduk dan seketika desakan dari perutnya membuat Riri segera berlari menuju kamar mandi. Riri mengerang di wastafel. Memuntahkan cairan berbau menyengat, yang menyebabkan ia sendiri mengernyit. Ia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, pantulan yang tampak kacau, lalu mencoba mengingat-ingat apa yang telah ia lewati sampai ia bisa seperti ini. Hingga sebuah ingatan berkelebat di kepalanya. Riri terbatuk ketika ia telah berhasil menenggak satu gelas minuman yang diberikan oleh Cecil padanya. "Ugh. Ini apa? Aneh. Rasanya kayak kencing kuda." Riri mengerutkan hidungnya. Cecil terkekeh. "Ini namanya alkohol." Cecil menatap Riri y

