Kalau keyakinan sudah sekuat pohon beringin, maka akan tumbang pertimbangan lain-lain, (Armijn Pane, dalam novelnya yang berjudul Belenggu).
Memang, tidak mudah memutuskan sesuatu yang begitu besar, sedangkan sangat banyak pilihan di dunia ini. Tinggal bagaimana kita menekuni pilihan itu supaya bisa menjadi keyakinan besar tanpa rasa ragu di dalam hati.
"I don't want to have a blind lover like you, Gifer! I'm sorry, this time I want our relationship to end here! What will our child be fed if he finds out that his father is blind and can't work?" Raya was very disappointed when she saw her fiancé who was in the hospital in a state of sightlessness."But, honey. Didn't we promise that we would always love until death? Why did you change this time?""AKKHH! That was back then, Gifer! Before you got into this accident and went blind!""I hate you! I don't want to see you again!"
Namanya adalah Ataka, lelaki dari program studi Teknik Arsitektur yang menyandang status jomlo bertemu dengan seorang gadis dari dari program studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia ketika KKN. Perasaan Ataka dengan gadis itu semakin membuncah selama 30 hari KKN. Lalu apakah Ataka akan menyatakan perasaannya kepada gadis itu atau malah mundur ketika mengetahui bahwa gadis itu sudah mempunyai kekasih?
Martha Aurora ialah putri dari pemilik perusahaan makanan olahan bernama Thara. Tapi, disaat sudah lulus kuliah, usia 22 tahun, Ia memilih untuk berjualan salad buah di pinggir jalan. Ia tidak sengaja bertemu dengan bocah laki-laki SMA yang super duper membuatnya kesal setiap membeli salad buah di tempatnya bernama Leon Marcello. Setelah lama tak berjumpa, 2 tahun kemudian Leon yang sudah menjadi CEO itu membeli salad buah di sebuah ruko kecil yang lumayan ramai. Keduanya tidak saling mengenali satu sama lain, hingga pada akhirnya Martha dijodohkan oleh orang tuanya karena usianya yang sudah 24 tahun tapi belum menikah juga. Awalnya Martha tidak mau karena memang dirinya ingin fokus pada karirnya dulu, tapi orang tuanya selalu mendesaknya. Bagaimanakah kisah hidup Martha selanjutnya?