novel ini adalah novel pertama yang pertama saya tulis mengangkat cerita korban pelecehan kekerasan seksual hingga korban menderita depresi dan tekanan mental. saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya menghabiskan waktu dirumah.
"Pergi sana tidak perlu berlama-lama" Cicih Eldrian
"Aku tak berminat berlama disini kasihan nanti angsa-angsa itu jadi korban sasaranmu"
"Kau___"
Dante sudah menjauh dari Adelia dan Eldrian.
"Baby bisa kau katakan pada sahabatmu itu untuk sedikit rileks jangan kaku begitu, mungkin dengan dia melunak gadis-gadis akan mendekatinya. Dengan itu dia takkan lagi menempel padamu dan mengganggu kita"
"Kenapa tidak kau saja yang mengatakan pada Dante"
"Aku tak berbicara pada balok es" Ketus Eldrian
"Aku pun pernah berbicara pada balok es didapurku"