Wahyu SuciptoUpdated at Dec 1, 2021, 22:12
Sebagai penulis, terutama yang sudah lama bergelut dalam dunia penulis profesional, kita umumnya tahu bahwa menulis blurb yang menjual itu tidak mudah. Aneh ya, lha wong kamu sendiri yang menulis bukumu, tapi membuat blurb yang menarik kok sulit.
Persoalannya, mengomunikasikan sebuah kisah utuh, lalu menyaringnya lagi ke kalimat-kalimat sederhana sepanjang satu atau dua paragraf itu butuh pemikiran mendalam. Belum lagi ada embel-embel, ‘kalimat harus menjual’, duh! butuh waktu berbulan-bulan untuk menulis sebuah buku dan sekarang kita harus ‘menjualnya’ kepada orang-orang hanya melalui satu atau dua paragraf? – kebayang nggak sih penderitaan penulisnya 🙂
Cuma, sebuah buku tanpa pembaca tidak akan membuat penulis mana pun bahagia, apalagi kita sudah menginvestasikan waktu dan menuangkan semua perasaan dalam proses menulisnya. Jadi, mau nggak mau, penulis memang harus belajar cara menulis blurb yang menarik dan menjual.
Di sini saya berbagi beberapa langkah yang mudah-mudahan dapat membantumu dalam membuat blurb, baik untuk buku fiksi maupun nonfiksi: