Story By Alfi Baiq
author-avatar

Alfi Baiq

bc
Kamu permata & tetap berharga
Updated at Feb 8, 2023, 19:05
Bunga yang layu jangan sangka ia mati, Ia hanya butuh waktu untuk mekar kembali.. Wahai bunga yang bercahaya. Hijrahlah! Jangan berputus asa, kamu tidak hina. Sungguh Dosa itu untuk siapa saja yang bernama manusia Tapi kehinaan hanya untuk mereka yang tidak Mau kembali kepada Tuhannya. Banyak kisah yang tersurat, menyisakan berbagai Macam pengalaman. Ku dapati pengalaman Paling berharga dan aku terluka, yakni masalah Cinta. Begitulah celotehan seorang gadis Di depan cermin. Yang menangis karna di lukai Dan menangis pula karna menyakiti. Gadis itu berkata “dulu aku adalah wanita yang Terjaga, hari dan malam ku adalah tangisan Penyesalan. Tapi Allah mengujiku pada masalah Hati yang itu aku begitu lemah dan anti” Semua hal yang sudah kamu temui Adalah cerita-cerita yang telah tersurat. Tapi kebaikan dan keburukan adalah sebuah Pilihan, sedangkan penyesalan hanyalah Membuang-buang waktu. Frustasi telah menghampiri seorang gadis Yang sudah salah mengambil jalan, mengapa Ia bisa terluka sedangkan ia awalnya adalah Hamba yang dekat dengan Robbnya? Ternyata Allah megujinya pada masalah hati Pada masalah cinta yang semula di rasa tidak Sanggup dilewati.
like
bc
3 Bulan terindah
Updated at Feb 8, 2023, 06:45
Bab 1 Story facebook Ku Berawal dari story facebook ku, dia me replay ku yang saat itu hatiku belum terpaut padanya dengan to the poin dia bertanya "apa sudah siap menikah?". Usiaku sudah 23 tahun dan aku memang berfikiran untuk menikah, saat itu aku dekat dengan seseorang yang sangat aku harapkan, namun yang re-play story ku bukan dia melainkan dia. Dengan keadaan gabut aku balas pesannya.   "kalo sudah waktunya dan jodohnya sudah datang ya harus siap, siap ga siap ya harus siap, balas ku" sembari menunggu balesannya iseng-iseng ku scrol ke atas ternyata kami pernah bertukar pesan 1 tahun yang lalu aku tau sekilas tentangnya tapi tidak mengenalnya. Dia adalah ghalil. iya namanya ghalil gazali laki-laki sholeh yang mapan usianya setahun lebih tua dariku, dia bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang manager. Tidak ada yang spesial, pesan satu tahun yang lalu hanya berisi tentang perkenalan yang tidak di sengaja, lagi-lagi semuanya berawal dari story facebook ku, saat itu aku post story foto ku dengan sahabatku cece yang satu kampung dengannya "bukannya dia orang damai ya" Jawab ku "iya, anda kenal?" "iya saya satu kampung dengannya" "oooo" jawab ku cuek. damai adalah nama kampung yang beda beberapa kilo dari rumahku. Perkenalan pun berlanjut, saat itu aku baru lulus sarjana dan belum kefikiran untuk menikah, pesan berbalas pesan tapi belum sempat bertemu, ada satu pesan yang buat ku tersipu malu kala itu, waktu itu dia bertanya tentang sebuah lokasi "sebelah mana?" dan ku balas dari pertamina los, 300km sebelah kanan (alamat rumahku). "bukan, maksud ku lokasi masjid abu bakar sbelah mana?"    " Astagfirullah, afwan saya kira anda nanya rumah sy sebelah mana (sembari menutup wajah dengan posel karena malu), aduh malu sekali, lagian kenapa ku bales pesannya ujarku waktu itu. " hahahaha, Insya'Allah besok kalo sudah waktunya saya kerumah" balesnya. Seketika jantung ku langsung berdebar-debar, tapi tidak ku hiraukan karena ku pikir itu hanya omong kosong semata, dan aku sedang dekat dengan anak ustadz terpandang di kampungku saat itu.
like