3 Bulan terindahUpdated at Feb 8, 2023, 06:45
Bab 1
Story facebook Ku
Berawal dari story facebook ku, dia me replay ku yang saat itu hatiku belum terpaut padanya dengan to the poin dia bertanya "apa sudah siap menikah?".
Usiaku sudah 23 tahun dan aku memang berfikiran untuk menikah, saat itu aku dekat dengan seseorang yang sangat aku harapkan, namun yang re-play story ku bukan dia melainkan dia. Dengan keadaan gabut aku balas pesannya.
"kalo sudah waktunya dan jodohnya sudah datang ya harus siap, siap ga siap ya harus siap, balas ku" sembari menunggu balesannya iseng-iseng ku scrol ke atas ternyata kami pernah bertukar pesan 1 tahun yang lalu aku tau sekilas tentangnya tapi tidak mengenalnya.
Dia adalah ghalil. iya namanya ghalil gazali laki-laki sholeh yang mapan usianya setahun lebih tua dariku, dia bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang manager.
Tidak ada yang spesial, pesan satu tahun yang lalu hanya berisi tentang perkenalan yang tidak di sengaja, lagi-lagi semuanya berawal dari story facebook ku, saat itu aku post story foto ku dengan sahabatku cece yang satu kampung dengannya "bukannya dia orang damai ya"
Jawab ku "iya, anda kenal?"
"iya saya satu kampung dengannya"
"oooo" jawab ku cuek.
damai adalah nama kampung yang beda beberapa kilo dari rumahku.
Perkenalan pun berlanjut, saat itu aku baru lulus sarjana dan belum kefikiran untuk menikah, pesan berbalas pesan tapi belum sempat bertemu, ada satu pesan yang buat ku tersipu malu kala itu, waktu itu dia bertanya tentang sebuah lokasi "sebelah mana?" dan ku balas dari pertamina los, 300km sebelah kanan (alamat rumahku).
"bukan, maksud ku lokasi masjid abu bakar sbelah mana?"
" Astagfirullah, afwan saya kira anda nanya rumah sy sebelah mana (sembari menutup wajah dengan posel karena malu), aduh malu sekali, lagian kenapa ku bales pesannya ujarku waktu itu.
" hahahaha, Insya'Allah besok kalo sudah waktunya saya kerumah" balesnya.
Seketika jantung ku langsung berdebar-debar, tapi tidak ku hiraukan karena ku pikir itu hanya omong kosong semata, dan aku sedang dekat dengan anak ustadz terpandang di kampungku saat itu.