Story By Ursula Dianis
author-avatar

Ursula Dianis

bc
ANAK KU TIDAK BODOH
Updated at Jun 21, 2022, 09:45
• Anak merupakan anugerah untuk setiap pasangan,begitu pula pula-dengan ku,dengan datangnya anak menjadi sumber kebahagiaan. Oek...oek..oek... Tangisku pecah,Tangis bayi merah itu mampu membuatku dan suami haru,perjuangan ku untuk nya melihat dunia telah berhasil.Dimar itu namanya,aku berharap dia seperti lampu yang menyinari.keluarga tak henti untuk bersyukur.aku adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara ,sedangkan suamiku anak ke 2 dari 3 bersaudara.awal kehidupan yang baik membawa kami mengarungi rumah tangga dengan suka dan duka.setelah kelahiran putra ku suamiku menyuruh kami kembali dari rumah sakit untuk ke rumah mertua,karena ibu mertua ku mungkin bisa membantu ku untuk merawat putraku , karena ibuku telah tiada sebelum aku menikah.setelah kembali ke rumah mertua aku di buat pusing oleh mereka karena kupikir mereka dapat membantuku,ternyata tidak.ibu mertuaku tidak berani menyentuh bayi merah apalagi memandikannya,kemudian bulek juga tidak berani.Berat sekali kepalaku.setiap hari aku harus memandikan putraku sendiri dan mengurus segala keperluan sendiri,Ya aku harus bisa !hingga pada suatu titik aku merasa bukan orang tua yang berhasil.karena anak ku belum bisa bicara pada umur 2tahun.hatiku hancur,cemoohan,hinaan,kemarahan dan lainnya di tujukan kepadaku,tapi aku harus membuktikan bahwa aku bisa,,anakku pintar,anak ku tidak bodoh.
like