Siapkah Kau tuk Jatuh Cinta Lagi?Updated at Oct 30, 2021, 07:14
"Lo gak akan pernah bisa ngelupain dia, kalau lo masih satu kelas, dan satu sekolahan sama dia. Susaaah..."
*****
Yuki meniup poni sedahinya dengan malas. Hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang kenaikan kelas sudah berakhir.
Dan sekarang, finally... Dia sudah berada ditahun terakhir masa sekolahnya. Kurang lebih enam bulan kedepan Ia akan belajar efektif, sebelum akhirnya berkutat dengan segala macam Ujian dan tetek bengeknya.
Hiyaahhh.... Ujian lagi aja!
"Yuki!"
Panggil seseorang dari kejauhan, Yuki berhenti sejenak dan menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas siapa yang baru saja memanggilnya.
Pake acara ketinggalan segala sih kacamata. Khan ribet jadinya!
"Ni gue, Manda Manda!" Teriak gadis itu lagi, seolah tahu apa yang sedang dilakukan teman sebangkunya dari masih kelas satu itu.
Yuki menyengir lebar dan mengangguk seraya berjalan cepat menuju teman akrab yang sudah dianggapnya menjadi sahabat.
Alamanda Syarief.
"Mangkanya, pake kacamata kuda lu! Udah kayak tunanetra aja lu begitu!" Manda menepuk pundak Yuki spontan saat gadis itu sudah berdiri didepannya.
Yuki hanya menyengir lebar dan berucap, "Lupa!"
"Kebiasaan deh! Eh btw, barusan gue liat mading buat pengumuman kelas, dan ternyata kita sekelas. Yeaayyyy.... tapi..."
"Hah! Seriusan? Alhamdulillah ya sesuatu. Masih bisa nyontekin Manda Lagi ya Allah." Yuki mengusap kedua tangannya ke wajah dengan raut bahagia dan senyuman lebar. Manda mengerutkan keningnya bingung dan berjengit melihat Yuki.
Duduk dengan Manda ini bisa jadi keuntungan sih buat Yuki, soalnya Manda itu pinter jadi bisa buat modusan Yuki buat nyontekin dia, terus anaknya juga disiplin dan baik banget, disayang guru-guru lagi. Tapi sayangnya, ni anak satu rada cerewet dan kalo udah marah nyeremin abis. Yuki sampe harus mikir berkali-kali buat bikin tuh anak Marah bahkan nggak usah sama sekali deh.
Ya emang, dunia tuh adil banget yak. Dimana ada kekurangan pasti ada kelebihan. Kayak Manda gitu tuh. Pinter tapi cerewet! Fiuuhh...
"Gue belum selesai ngomong odon!" Manda menoyor kepala Yuki pelan dan melirik gadis itu jengah, Yuki memegang kepalanya yang baru ditoyor Manda dan bertanya dengan wajah polos.
"Emang apaan si?"
"Kita juga sekelas sama Max." Jawab Manda santai, melengos pergi begitu saja meninggalkan Yuki yang terdiam terpaku ditempatnya setelah Ia mengatakan itu.
What the..........?????????
Sekelas sama Maxime. Maxime Bouttier Addausy yang anaknya Bu Naya itu? Guru Bahasa Indonesia yang lembut dan baik hati itu?
Oh Tuhan! Gak ada yang lebih buruk apa dari ini? Ketemu jelmaan Bang Kevin yang galak dan super possessive itu lebih baik deh kayanya daripada ketemu nih cowok! Apalagi sekelas!
hufhh... Kenapa coba harus sekelas lagi sama Dia sih?!