Story By Mey's
author-avatar

Mey's

ABOUTquote
Menulis .. adalah teman setia dimanapun, kapanpun. Bebas mengekspresikan diri sambil berbagi banyak hal. Baca, tulis, renungkan.. yang baik silakan ambil, yang buruk ke laut aja.. 😊😊
bc
Kisah seorang jurnalis yang dikhianati oleh tunangan dan sahabat kecilnya.
Updated at Nov 7, 2022, 19:31
Suara harmonika melengking dengan melodi menyayat hati, menemani Amel duduk sendiri di sudut kamarnya. Bagi Amel seolah mendukung suasana hati yang sedang dirasakannya saat itu. Sejak satu jam lalu Amel duduk sambil menahan sekuat tenaga agar tangisnya tidak pecah. Menahan segala emosi yang menekan dadanya, ada sedih, marah, kecewa, benci, hilang percaya diri dan semua vibe negatif berkumpul jadi satu. Foto-foto Seno, tunangannya, dan Tita, sahabat Amel sejak SMP, di tempat praktek dokter kandungan. Kemudian wajah Tita yang berderai airmata serta wajah Seno penuh sesal siang itu ketika Amel sengaja meminta mereka berdua untuk bertemu meluruskan semuanya. Kilatan peritiwa saat keluarga Seno datang melamarnya. Tita yang mengurus segalanya karena ia masih ada diluar kota menjelang acara lamaran itu berlangsung. Ekspresi terkejut bercampur senang Tita ketika ia mengatakan bahwa Seno akan melamarnya. Pelukan hangat Tita saat ia mengatakan bahwa ada pria yang menyatakan cinta padanya, Seno. Potongan-potongan ingatan itu muncul seperti kilat yang menyilaukan, membuat matanya perih menahan airmata yang sudah mengambang. Ucapan Dwiko yang tajam, “Semoga kamu cerdas,” semua menekan dadanya, terasa sesak. Belum lagi suara ketukan pintu kamarnya, suara ibunya berulang kali memanggil namanya, memintanya untuk membuka pintu. Amel menutup kedua telinganya, ia ingin menjerit, namun tidak ada kekuatan untuk melakukannya. Lalu ia tersedu, airmatanyapun deras mengalir pada kedua pipinya, lirih ia bergumam, “Karena aku fokus pada profesikukah sehingga aku terkesan sebagai tunangan yang tidak peduli? Karena aku terlalu sibukkah sehingga aku kurang waktu bersamanya? Atau… karena aku menjaga kesuciankukah dia memilih Tita yang sukarela menyerahkannya?” Amelpun menjerit, menangis sekeras yang ia mampu. Ia ingin semuanya lepas, karena setelah itu ia akan siap berjalan dengan kepala tegak dan langkah tegap. harmonika melengking dengan melodi menyayat hati, menemani Amel duduk sendiri di sudut kamarnya. Bagi Amel seolah mendukung suasana hati yang sedang dirasakannya saat itu. Sejak satu jam lalu Amel duduk sambil menahan sekuat tenaga agar tangisnya tidak pecah. Menahan segala emosi yang menekan dadanya, ada sedih, marah, kecewa, benci, hilang percaya diri dan semua vibe negatif berkumpul jadi satu. Foto-foto Seno, tunangannya, dan Tita, sahabat Amel sejak SMP, di tempat praktek dokter kandungan. Kemudian wajah Tita yang berderai airmata serta wajah Seno penuh sesal siang itu ketika Amel sengaja meminta mereka berdua untuk bertemu meluruskan semuanya. Kilatan peritiwa saat keluarga Seno datang melamarnya. Tita yang mengurus segalanya karena ia masih ada diluar kota menjelang acara lamaran itu berlangsung. Ekspresi terkejut bercampur senang Tita ketika ia mengatakan bahwa Seno akan melamarnya. Pelukan hangat Tita saat ia mengatakan bahwa ada pria yang menyatakan cinta padanya, Seno. Potongan-potongan ingatan itu muncul seperti kilat yang menyilaukan, membuat matanya perih menahan airmata yang sudah mengambang. Ucapan Dwiko yang tajam, “Semoga kamu cerdas,” semua menekan dadanya, terasa sesak. Belum lagi suara ketukan pintu kamarnya, suara ibunya berulang kali memanggil namanya, memintanya untuk membuka pintu. Amel menutup kedua telinganya, ia ingin menjerit, namun tidak ada kekuatan untuk melakukannya. Lalu ia tersedu, airmatanyapun deras mengalir pada kedua pipinya, lirih ia bergumam, “Karena aku fokus pada profesikukah sehingga aku terkesan sebagai tunangan yang tidak peduli? Karena aku terlalu sibukkah sehingga aku kurang waktu bersamanya? Atau… karena aku menjaga kesuciankukah dia memilih Tita yang sukarela menyerahkannya?” Amelpun menjerit, menangis sekeras yang ia mampu. Ia ingin semuanya lepas, karena setelah itu ia akan siap berjalan dengan kepala tegak dan langkah tegap.
like