Aku suka membaca dan menulis, suka bermimpi dan suka banyak hal lainnya. mungkin bermimpi adalah yang paling kusukai dalam hidup ini hahah.
Menjadi penulis bukan hanya keinginan tapi juga tujuan terbesar, dan ya untuk mencapai itu pastinya memerlukan waktu dan proses yang benar-benar matang.
Namanya Laluna Ayunda, gadis yang berprofesi sebagai penulis novel ternama. Di usia yang menginjak 25 tahun, Luna sudah menikah dengan seorang pengusaha bernama Galih Bramantyo, anak tunggal dari keluarga Bramantyo.
Mimpi-mimpi tentang pernikahan yang indah harus sirna begitu saja. Di usia pernikahan yang sudah menginjak 4 tahun itu, Luna sama sekali tidak di cintai oleh Galih. Alih-alih di cintai, di hargai saja tidak.
Galih mencintai kakak tiri Luna yang bernama Yolanda Alesya, wanita anggun yang berkerja sebagai sekretaris Galih, menyakitkan bukan. Di saat rumah tangga nya yang kacau balau, Luna malah mengetahui kenyataan bahwa Galih berencana untuk menikah dengan Yola.
Luna bingung, dia harus memilih untuk berjuang lagi atau malah mengikhlaskan Galih kali ini?
Mari kembali ke masa lampau, tepatnya di masa zaman kuno.
Menjadi seorang putri tak seindah yang di bayangkan kebanyakan orang, terkadang banyak hal yang 'tak terlihat' yang membuat seseorang terkadang memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Gwen Lovena Vallecas. Gadis 20 tahunan yang menjadi putri tak diinginkan oleh keluarga bahkan rakyat nya, Gwen terlahir dengan sebuah tompel di sudut atas pelipis nya. Sebagai seorang putri tentu saja Gwen di harapkan menjadi gadis yang 'sempurna'.
Valeno, ayah dari Gwen menjodohkan Gwen dengan putra dari Duke Arcellino. Duke Arcellino menerima perjodohan itu dengan tujuan untuk memperkuat daerah kekuasaan nya.
Pernikahan Gwen terjadi pada saat Gwen berusia 7 tahun, dia masih sangat muda. Valeno dan semua anggota kerajaan seakan ingin cepat-cepat membuang Gwen dari mansion.
Puncaknya, Gwen memutuskan untuk bunuh diri pada usia 20 tahun karna merasa sudah sangat putus asa pada kehidupannya. Suaminya mencintai wanita lain yang dia temui pada saat tak sengaja menolong gadis itu yang hampir hanyut di sungai. Gwen hancur bersama perasaan yang selama ini ia pendam.
Namun takdir seolah berpihak padanya, Gwen di berikan kesempatan kedua, kesempatan yang tak akan pernah dia sia-siakan lagi.