Reiha Tsukiyo menulis dari ruang-ruang hening yang ia cintai: rintik hujan, malam berbulan perak, dan sungai yang mengalir tanpa suara.
Baginya, cerita terbaik lahir dari ketenangan dari perasaan yang dipeluk diam-diam, dan dari cahaya lembut yang jatuh di antara hal-hal yang tak sempat diucapkan.
Shen Li kembali ke Lincheng, tapi takdir belum selesai dengannya. Di rumah sakit, ia bertemu lagi dengan Xuan Zhan. Pria yang dulu menghancurkan hatinya. Dingin, nyaris tak tersentuh, tapi tatapannya menyimpan rahasia yang bisa mengubah segalanya.
Antara luka lama dan kerinduan yang tak terucap, Shen Li harus memilih: menjauh untuk melindungi diri atau menghadapi rasa yang sama kuatnya dengan sakit yang pernah ia alami.