Saya Dan Diri SayaUpdated at Jul 31, 2021, 03:04
Saya adalah seorang anak laki-laki yang berusia 10 tahun. Saya anak dari orang yang sederhana, dari kecil saya di didik supaya mandiri.
Cerita ini berawal ketika saya duduk di bangku sekolah, yaitu di Sekolah Dasar Islam.
Saya pada saat itu kelas 5, dan sekolah saya berada di kawasan perkotaan, yang bisa di bilang kota terbesar no 2 di Indonesia.
Waktu sekolah saya seorang pendiam, dan saya jarang berkomunikasi dengan teman-teman saya.
Karena saya dulu beranggapan kalau semakin saya diam, maka semakin banyak yang menghormati dan beranggapan baik kepada saya. Tetapi semuanya berbeda dengan angan- angan saya, serasa semua itu hanya angan- angan saya dan hayalan saya semata.
Saya sering di buli dan di kucilkan sama teman saya, saya dianggap orang yang paling mudah untuk di buli, mungkin mereka beranggapan kalau saya di buli saya tidak akan membalas bulian mereka.
Pada suatu hari, di sekolah saya ada acara wisuda siswa kelas 6, saya di tunjuk sebagai kelompok menari, karena saya mewakili kelas saya, dan satu kelas kebetulan di tunjuk 5 orang penari, yang terdiri dari 3 perempuan, dan 2 laki- laki. Untuk laki-lakinya saya dan teman saya yang bernama Saipul, Saipul adalah teman saya yang sering di buli juga sama teman saya. Akhirnya di tentukan untuk jadwal latihan menarinya, dan jadwalnya di buat hari Sabtu jam 9 pagi.
Pada saat latihan pertama, saya biasa aja karena belum ada yang membuli saya, kemudian pada saat latihan ketiga saya di buli sama teman sekelas saya, dan yang paling sakit pada saat di buli adalah teman saya membuli orang tua saya, dan saya pun membalas olokan mereka.
Teman saya semakin marah karena saya membalas bulian mereka, akhirnya latihan pun di bubarkan, karena banyak yang mengolokkan saya, dan pelatihnya takut saya tersinggung dan takut mental saya down mendengar bulian dari mereka.