Story By PegasusCity
author-avatar

PegasusCity

ABOUTquote
Jadikan kehidupan seperti roda berputar, ada pada saatnya di Bawah dan ada pada saat nya di atas. ingat waktu di bawah jangan merasa putus asa dan selalu berfikir positif dan dengan penuh semangat dan keyakinan bahwa saya mampu bangkit, dan pada saat di atas ingat jangan merasa terlena dengan kenikmatan nya, usahakan membantu orang yang membutuhkan di lingkungan masyarakat, karena dengan membantu orang maka hidup itu akan menemukan kenikmatan tersendiri
bc
Ayah Ayah Ku
Updated at Aug 9, 2021, 14:17
Aku adalah seorang pengusaha kecil Aku di besarkan dari kedua orang tua ku yang mempunyai usaha di rumah Usaha keluargaku terletak di daerah yang sangat terpencil dan akses untuk masuk juga butuh waktu yang cukup lama, sehingga kalau ingin masuk ke daerahku harus melalui beberapa medan jalan yang curam dan licin jika hujan turun. Usaha ayahku sendiri adalah jualan makanan dan minuman, makanan pun yang membuat ayah, seperti gorengan tahu petis.. Ayahku pinter sekali memasak, meskipun dia seorang laki-laki. Ayahku biasa di panggil sama orang daerahku dengan sebutan "Peteh" yang artinya Pesan Teh. hehehehe Ayahku orangnya suka bercanda dan bergaul dengan orang kampung ku dan anak nya. Pada suatu hari menjelang petang, aku dan ayahku duduk berdua di warung, aku biasa minum teh dan ayahku biasa minum kopi hitam, aku dan ayahku ngobrol bersama di warung, sambil menunggu pembeli datang. Waktu mengobrol dengan ayah, saya suka sekali untuk mendengarkan nya, karena ayah selalu mengasih aku motivasi untuk kehidupan ku. Di tengah obrolan ayah bertanya kepada ku, kebetulan ayah memanggil ku dengan sebutan "John". . . . Ayah : John kamu tau ini apa John, sambil memegang kopi di tangan kanan nya . . John : itu kopi ayah. Ayah : jawaban kamu kurang tepat John John : lah terus itu apa ayah kalau bukan kopi Ayah : Ini adalah segelas kopi John : kan sama ayah kopi dengan segelas kopi hehehehe Ayah : beda lah John kopi dengan segelas kopi John : bedanya apa ayah, kan sama sama kopinya Ayah : beda John, kalau kopi itu isinya, sedangkan segelas kopi itu adalah minuman yang berisi kopi, sama seperti Ayah dan John, Ayah bagaikan Gelasnya dan John bagaikan kopinya. John : Maksudnya gimana ayah, aku binggung ayah, tolong jelasin ke aku ayah Ayah : baik akan saya jelasin . . .
like
bc
Saya Dan Diri Saya
Updated at Jul 31, 2021, 03:04
Saya adalah seorang anak laki-laki yang berusia 10 tahun. Saya anak dari orang yang sederhana, dari kecil saya di didik supaya mandiri. Cerita ini berawal ketika saya duduk di bangku sekolah, yaitu di Sekolah Dasar Islam. Saya pada saat itu kelas 5, dan sekolah saya berada di kawasan perkotaan, yang bisa di bilang kota terbesar no 2 di Indonesia. Waktu sekolah saya seorang pendiam, dan saya jarang berkomunikasi dengan teman-teman saya. Karena saya dulu beranggapan kalau semakin saya diam, maka semakin banyak yang menghormati dan beranggapan baik kepada saya. Tetapi semuanya berbeda dengan angan- angan saya, serasa semua itu hanya angan- angan saya dan hayalan saya semata. Saya sering di buli dan di kucilkan sama teman saya, saya dianggap orang yang paling mudah untuk di buli, mungkin mereka beranggapan kalau saya di buli saya tidak akan membalas bulian mereka. Pada suatu hari, di sekolah saya ada acara wisuda siswa kelas 6, saya di tunjuk sebagai kelompok menari, karena saya mewakili kelas saya, dan satu kelas kebetulan di tunjuk 5 orang penari, yang terdiri dari 3 perempuan, dan 2 laki- laki. Untuk laki-lakinya saya dan teman saya yang bernama Saipul, Saipul adalah teman saya yang sering di buli juga sama teman saya. Akhirnya di tentukan untuk jadwal latihan menarinya, dan jadwalnya di buat hari Sabtu jam 9 pagi. Pada saat latihan pertama, saya biasa aja karena belum ada yang membuli saya, kemudian pada saat latihan ketiga saya di buli sama teman sekelas saya, dan yang paling sakit pada saat di buli adalah teman saya membuli orang tua saya, dan saya pun membalas olokan mereka. Teman saya semakin marah karena saya membalas bulian mereka, akhirnya latihan pun di bubarkan, karena banyak yang mengolokkan saya, dan pelatihnya takut saya tersinggung dan takut mental saya down mendengar bulian dari mereka.
like