21.497K
VISITORS
1.494K

ABOUT ME

Wajah para tokoh dan cuplikan bab yang akan datang silakan kepoin Instagram @fitri_soh. Semua ceritaku bisa ditemukan di aplikasi Innovel dan Kbm App

ABOUT ME

Wajah para tokoh dan cuplikan bab yang akan datang silakan kepoin Instagram @fitri_soh. Semua ceritaku bisa ditemukan di aplikasi Innovel dan Kbm App
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY Soh

Hu Hu Huuu Kebobolan

Hu Hu Huuu Kebobolan

5.72K Reads

Squel cerbung Hot Duda Lebih Menggoda "Ma-aaas! Ma-aaas! Ma-aas! Hu, hu, hu, huuuu." Terdengar tangisan istriku dari arah kamar mandi. Ada apa dengannya? Dengan kepala pusing dan mata berat karena begitu mengantuk kutatap jam dinding, pukul 4 pagi. "Ma-aaaas! Hu, hu, hu, huuuu." Istriku kembali menangis keras, tangisan itu masih bersumber dari kamar mandi. Saat kembali terdengar tangisan istriku dari kamar mandi, aku segera melangkah keluar kamar, langsung berhenti saat mendengar tangisan dari arah kamar si kembar. Aku pun melongok ke kamar si kembar, Hanifa dan Hanif tengah menangis. Mereka memang kompak. Jika Hanif menangis, maka Hanifa akan menangis juga, begitu pun sebaliknya. Aku mendekat lalu menggendong bayi 8 bulanku yang mengulurkan tangan dengan mata berkaca-kaca, Hanif kugendong di pinggang kanan, Hanifa di pinggang kiri. "Ma-aaas!" Suara Nina kembali terdengar. Aku menggelengkan kepala, heran kenapa sepagi ini dia sudah geger teriak-teriak seperti ayam yang berkokok. Biasanya dia, teriak-teriak pukul 7 pagi, saat sedang masak diganggu si kembar. "Ada apa, Sayang?" tanyaku setibanya di depan kamar mandi yang tidak terkunci. Kulihat Nina duduk di pojokan, dia terisak-isak. Wajahnya sedikit pucat, tampak cemas. "Kenapa, Sayang?" tanyaku keheranan sambil melangkah masuk. "Ma-aas, gimana ini, Mas? Gimana i-niiii, Mas?" tanyanya syok. Mataku melebar saat dia mengulurkan benda yang dipegangnya.

Updated at

Read
MENIKAH DENGAN KAKAK SEKARANG JUGA!

MENIKAH DENGAN KAKAK SEKARANG JUGA!

1.057K Reads

"Oh yang benar saja, aku gak mau nikah dengan cara seperti ini. Dan kenapa wajah kakak terlihat santai? Apa kakak merencanakan ini?!" Lana menatapku menuduh. Aku menanggapinya dengan senyum sinis untuk menunjukkan padanya bahwa aku kesal dengan tuduhannya walau tuduhannya benar. "Sengaja bagaimana maksud kamu? Kamu menuduh saya melakukan ini? Oh astaga, kamu senang berburuk sangka dari dulu." Senyum sinis lagi-lagi kusunggingkan untuknya dengan nada kubuat sekesal mungkin. "Aku yakin ini sudah direncanakan!" Dia tak percaya begitu saja. "Kamu asal bicara, Sayang. Dari dulu kamu seperti paranormal, suka menuduh." "Aku tidak mau menikah dengan cara seperti ini. Oh ya Tuhan ini memalukan." Dia menarik napas. Tidak, kataku dalam hati. Ini tidak memalukan, Sayang. Semua orang yang ada di sini tahu bahwa ini sudah direncanakan. Kakak melakukan ini juga karena salahmu, tidak mau diajak menikah secara baik-baik, maka kakak melakukan ini. "Ayo lebih baik arak saja mereka!" ucap Pak Ahmad yang langsung memegangi lenganku. Seorang lelaki juga memegangi tangan Lana. "Lebih baik kita telanjangi mereka sekarang lalu kita arak ke pasar Kam!" Pak Ahmad memberi komando. Mata Lana membulat, ia menggeleng-gelengkan kepala kuat. "Iya, baiklah, aku mau menikah," ucap Lana akhirnya. Ia mengembuskan napas keras dengan wajah terlihat frustrasi.

Updated at

Read
Istri Haram

Istri Haram

12.503K Reads

“Jadi kamu udah gak perawan? Kamu membohongiku?” tanya Mas Candra setelah mengamati seprei putih tempat barusan kami melakukan hubungan suami istri. Keningnya berkerut dengan pandangan menyelidik. Jantungku berdetak kencang. Yang kutakutkan terjadi juga.

Updated at

Read
Jawaban Cerdasku Saat Suami Ijin Menikah Lagi

Jawaban Cerdasku Saat Suami Ijin Menikah Lagi

164.937K Reads

"Baju Abang kenapa belum disiapkan?" tanya suamiku setelah mandi. Mataku menyipit dan aku pura-pura terkejut. "Apa, Bang? Apa aku gak salah dengar barusan?" Bang Rivan terlihat heran saat berkata, "Tidak, apanya yang salah, Dik? Biasanya kan kamu selalu menyiapkan pakaian Abang," jawabnya. "Itu dulu, Bang, sebelum Abang selingkuh dan berzina. Karena Abang akan menikah dengan selingkuhan Abang, jadi mulai sekarang dia yang akan menyiapkan keperluan Abang!" Matanya membulat tak percaya. "Ila, dia kan tidak di sini jadi bagaimana bisa dia menyiapkan keperluan Abang? Cepat siapkan baju Abang dan sarapan, Abang bisa telat, ini!" Aku menggeleng tegas. "Gak sudi, Bang! Bawa aja selingkuhan Abang ke sini. Setelah satu bulan dia tinggal di sini, maka Abang boleh menikahinya!" Lagi-lagi ia menatapku tak percaya. Selama ini aku adalah istri yang penurut. Jadi, wajar saja jika dia kaget. "Kamu jangan mencoba membantah perintah Abang, ya? Kalau kamu begini terus, bisa-bisa Abang ceraikan kamu!" Bentaknya. Matanya sedikit mendelik dan dia membuang napas keras. Aku balas menatapnya galak. "Oh gak masalah, Bang! Cerai dari Abang, aku akan cari yang baru. Ha ha." Aku tertawa, walau perasaanku hancur. Lalu aku melangkah cepat dengan sedikit menabraknya yang membuatnya menganga tak percaya. Apa dikiranya aku perempuan lemah yang mau diinjak-injak, apa? Tak sudi! Lihat saja, Bang, kamu akan menyesal karena telah mengkhianatiku.

Updated at

Read
Medit

Medit

5.104K Reads

(NON EKLUSIF, cerita ini tayang di tiga aplikasi) Aku sangat membenci suamiku. Pernikahan kami, semata-mata untuk nutupin aibku karena 'kecelakaan. Mas Pram, dia bukan tipeku. Selain itu, dia suka memaksa dan sangat pelit.

Updated at

Read
Turun Ranjang Kakak

Turun Ranjang Kakak

117 Reads

"Kamu, menikah dengan kakak sekarang juga!" Kakak iparku tiba-tiba datang membawa penghulu, juga beberapa orang lelaki yang kutahu sebagai tetanggaku. Aku sangat membenci dokter Reno, dia secara tak langsung telah membuat Mbak Nari meninggal. "Aku menikah sama kakak? Aku?" Aku menuding dadaku sendiri dengan tatapan mencemooh. Aku sangat membencinya. Sangat. Kak Reno membalas dengan sorot sinis tak ingin dibantah. Ia mendekat lalu memperlihatkan vidio saat aku menggoda Om Redi dulu, suami sahabatku. "Maka, mari kita melihat reaksi bapak atau ibumu jika mengetahui ini. Kakak hitung sampai tiga. Satu. Dua.

Updated at

Read
Suamiku Sangat Marah Saat Tahu Aku Masih Perawan

Suamiku Sangat Marah Saat Tahu Aku Masih Perawan

65.94K Reads

(NON EKLUSIF, cerita ini tayang di tiga aplikasi) "Kenapa kau keluar darah?" Om Redi menatapku curiga. Tatapannya tertuju pada sprei tempat barusan kami memadu kasih. Jantungku berdetak kencang dan aku tiba-tiba menjadi sangat tegang. Bagaimana cara aku menjelaskannya? Ia pasti akan marah saat tahu aku ternyata masih perawan.

Updated at

Read
SUAMI HAMIL AKU PUN MINTA CERAI!!

SUAMI HAMIL AKU PUN MINTA CERAI!!

913 Reads

Pagi-pagi, suamiku sesenggukan di kamar mandi. Saat kutanya alasannya menangis, suamiku langsung mengulurkan tespek yang ternyata harus dua. Alangkah sakitnya hatiku dikhianati. Karena tidak terima, aku pun minta cerai.

Updated at

Read
Hot Duda Lebih Menggoda

Hot Duda Lebih Menggoda

229.407K Reads

Menikah dengan ayah pacarku? Sumpah itu gak pernah terbayangkan olehku bakalan nikah dengan Om Satria, ayah pacarku yang selalu sinis, nuduh aku sengaja menggoda anaknya. Kejadian tak terduga, membuat aku dan Om Satria akhirnya nikah. Kamu bisa bayangin gak rasanya jadi aku harus tinggal sama ayah pacarku? Sumpah aku merinding bayanginnya. (WAJAH para tokoh bisa dilihat di Instagram @fitri_soh

Updated at

Read
Dicerai Karena Mandul Dua Bulan Kemudian Bikin Kaget

Dicerai Karena Mandul Dua Bulan Kemudian Bikin Kaget

9.767K Reads

Tiga tahun menikah kamu tidak juga memberiku keturunan. Melani, kamu kucerai sekarang juga." Tenggorokanku tercekat, d**aku berdenyar sakit. Kutarik napas panjang lalu aku mengangguk, tersenyum padanya seceria mungkin, tak peduli hatiku sakit. Aku tak ingin terlihat rapuh, aku menunjukkan kepada orang-orang betapa kuatnya aku selama ini. Saat teman atau tetangga tanya kapan punya anak, aku selalu tersenyum, walau jantung seperti diremas kuat. Sakit. Sekarang pun, saat suamiku menjatuhkan talak, aku tetap tenang. Tak ingin menanyakan alasannya, yang jelas-jelas aku tahu. Kemarin, aku mendapati pesan WAnya yang begitu mesra ke perempuan lain, yang isinya akan melamar perempuan itu segera setelah bercerai denganku. Siang hari saat aku ke kantornya, seorang perempuan cantik tengah bergelayut manja di lengannya. Suamiku bekerja di kantor milik orangtuaku. "Maafkan aku, Mel. Jujur aku sangat mencintaimu, tapi aku butuh keturunan. Aku minta maaf. Aku harus mentalakmu karena ibu ingin memiliki cucu. Mel, kamu kutalak sekarang juga." Rasanya sangat sakit. Aku mengangguk, lalu melangkah cepat keluar rumah tanpa mendengar seruannya yang memintaku agar berhenti. Hujan deras di luar, aku tak peduli, aku terus berlari menerobos hujan, tubuh ini basah, air mataku tumpah membaur dengan air hujan yang terasa keras mengenai wajah saking derasnya. Dingin. Tapi yang kurasa hanya rasa sesak dan tersengat di d**a. Aku jelas tahu ia mentalak bukan semata-mata karena aku mandul, tapi karena ia sudah selingkuh lama. Aku sangat mencintai Mas Adi Jaya , sangat. Kuberikan apa saja untuknya, termasuk harta, tahta, jug

Updated at

Read

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.