Dulu saya adalah seorang santri. saya masuk ke pesantren sejak lulus SD kemudian orang tua saya memutuskan untuk memasukkan saya ke pesantren.
singkat cerita
saya mulai merajut mimpi saya di pesantren,saya sekolah, mengaji,hafalan, dan yang tak pernah terlupakan dalam perjalan saya adalah ketulusan seorang sahabat.
saya mempunyai tiga sahabat, mereka sangat mengerti kekurangan sifatku, mereka sangat memahami diriku.
hingga tak terasa saya sudah 6 tahun mengemban di pesantren, setelah lulus SMA saya memutuskan untuk kuliah, yang mengharuskan saya untuk keluar dari pesantren.
dari situ lah saya merasakan arti kehilangan. sulit untuk meninggalkan semuanya terlalu banyak kenangan yang dirajut bersama, terlalu banyak luka dan tawa yang harus kusimpan.
dari situlah saya tau arti sahabat yang sesungguhnya.
Bangunan yang menjulang tinggi dengan aturan dan ajaran yang berbasis islam yang kini menjadi rumah kedua bagi Khodijah ayna.
Ya, ayna telah melanjutkan pendidikan menengah pertama nya di pesantren
Meski bertolak belakang dengan sifatnya yang sangat bar-bar justru orang tuanya sangat kekeh ingin menjadikan ayna anak yang Sholehah dan kelak yang akan mengajarkan agamanya kepada orang lain.