Drama PernikahanUpdated at Dec 26, 2020, 06:15
"Harusnya aku boleh melakukan lebih, loh, Dek?" Tangan kokoh Bara mencengkeram kedua lengan Anggita. Sementara matanya memicing nakal, memancing desiran asing di dada wanita manis itu.
Anggita menelan ludah. Susah payah karena tatapan Bara seolah-olah menghunjam tajam tepat di dadanya. Tanpa berani bergerak, Anggita menerima saja serangan di bibirnya. Merasakan sensasi menjalar tak biasa, sebuah perasaan hangat yang baru pertama kali dia rasa.