💡 Ide original. Lucu, tapi juga menyentuh. Inspiratif banget! Wajib dibaca! 😭😂📖> “Bully bukan selalu kejam. Kadang, justru jadi tamparan moral untuk bangsa yang sedang mati rasa.”Joko Wiryawan, guru SD paruh baya, dikenal jujur dan taat aturan. Tapi di balik idealismenya, tersimpan sisi sarkastik dan brutal—yang percaya bahwa menegur dengan keras bisa menyelamatkan banyak orang.Suatu hari, aksinya memviralkan pelanggar lalu lintas memicu gerakan nasional: "Tatapan Sosial"—semacam pembullyan massal non-verbal demi menegakkan disiplin. Tapi ketika gerakan ini ditunggangi politikus busuk dan menelan korban tak bersalah, semuanya berubah jadi bencana.Bambang Maulana tewas akibat massa main hakim sendiri, karena difitnah. Setiawan, tokoh antikorupsi, dijebak dan ditikam saat sholat. Di balik hiruk-pikuk sosial media, adik Bambang mulai menyusun balas dendam. Tapi... benarkah balas dendam adalah jalan terbaik?Sebuah cerita satir yang menghantam nurani. Mengangkat tema viralitas, fitnah, dan pertanyaan abadi: siapa sebenarnya manusia yang pantas masuk surga?
This is an English translation of my own fiction novel: Mari Kita Bully Demi Kebaikan.What happens when a single stare can change a person?Joko Wiryawan, an elementary school teacher famous for his death stare, has never laid a hand on a student. But one look from him... and a kid instantly feels guilty for the sins of their entire bloodline.From that stare came the "Social Stare Movement" - a silent act that made rule-breakers crumble under their own shame.But once the movement went viral and the government hijacked it, everything fell apart.Honest people started dying.Elementary kids took revenge with kitchen knives.And those who only wanted to look "morally perfect" ended up killing the very idea of goodness itself.A funny, bitter, and painfully honest story about morality, social media,and the danger of trying to be the most righteous person on the internet.Because sometimes... the one that needs saving the mostisn't the world -but yourself.