PERAMPAS WAKTUUpdated at May 8, 2022, 22:45
Ester menangis tanpa suara tangannya mengepal menahan amarah.
Kebencian merasuki dirinya, orang yang selalu bersamanya menjadi kekasih hatinya, telah menikah dengan seorang yang dia sebut sahabat.
Ester ingin menabuh genderang perang terhadap dua orang yang merampas waktu dan kebahagiaannya.
Aku membenci kalian, aku ingin menusuk pisau ini ke jantung kalian dan membawa kalian ke alam baka, melihat darahmu bercecer kemana-mana seakan memuaskan dahagaku yang haus akan kebencian ini.
Kalian berjanji di atas altar dengan penuh kebahagiaan namun kalian lupa menginjakkan kaki kalian di kepala ku.
Ester terus meluapkan rasa bencinya kepada mereka yang bahagia di atas penderitaannya.
Namun akankah Ester berubah dari benci menjadi mengikhlaskan ataukah angannya tetap kental dalam membalas dendam keduanya..