Di saat meyakini dia adalah orang yang tepat, takdir memisahkan kami dengan jarak dan waktu.
dan saat tiba saat nya jarak tak lagi jadi penghalang, ternyata takdir kembali mempermainkan kita.
aku dan kamu tetap tak bisa bersama meski jarak kita sudah begitu dekat, jangan kan bersapa bertemu pun takdir tak lagi mengijinkan walau tanpa di sengaja.
haruskah aku mempersalahkan takdir, atau aku yang salah karna tak pernah berdamai dengan diri sendiri menerima kenyataan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.
Di saat meyakini dia adalah orang yang tepat, takdir memisahkan kami dengan jarak dan waktu.
dan saat tiba saat nya jarak tak lagi jadi penghalang, ternyata takdir kembali mempermainkan kita.
aku dan kamu tetap tak bisa bersama meski jarak kita sudah begitu dekat, jangan kan bersapa bertemu pun takdir tak lagi mengijinkan walau tanpa di sengaja.
haruskah aku mempersalahkan takdir, atau aku yang salah karna tak pernah berdamai dengan diri sendiri menerima kenyataan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.
Di saat meyakini dia adalah orang yang tepat, takdir memisahkan kami dengan jarak dan waktu.
dan saat tiba saat nya jarak tak lagi jadi penghalang, ternyata takdir kembali mempermainkan kita.
aku dan kamu tetap tak bisa bersama meski jarak kita sudah begitu dekat, jangan kan bersapa bertemu pun takdir tak lagi mengijinkan walau tanpa di sengaja.
haruskah aku mempersalahkan takdir, atau aku yang salah karna tak pernah berdamai dengan diri sendiri menerima kenyataan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.
Di saat meyakini dia adalah orang yang tepat, takdir memisahkan kami dengan jarak dan waktu.
dan saat tiba saat nya jarak tak lagi jadi penghalang, ternyata takdir kembali mempermainkan kita.
aku dan kamu tetap tak bisa bersama meski jarak kita sudah begitu dekat, jangan kan bersapa bertemu pun takdir tak lagi mengijinkan walau tanpa di sengaja.
haruskah aku mempersalahkan takdir, atau aku yang salah karna tak pernah berdamai dengan diri sendiri menerima kenyataan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.