“Langit Di Antara Kita”Diperbarui pada May 23, 2025, 07:29
---
Profil Karakter Utama
1. Aurel Nadira
Umur: 22 tahun
Asal: Pulau Seruni, sebuah pulau tenang yang dikenal dengan pantainya yang bersih dan langit malamnya yang jernih.
Pekerjaan: Lulusan Ilmu Kebudayaan, kini bekerja sebagai pengelola perpustakaan desa sekaligus menulis puisi pribadi.
Kepribadian: Pendiam, peka, melankolis, dan sangat mencintai ketenangan. Ia menyukai malam dan sering menatap langit untuk mencari inspirasi. Aurel tumbuh tanpa ayah, dibesarkan oleh ibunya yang seorang guru. Ia tak punya banyak teman, tapi punya dunia batin yang kaya.
Hobi & Minat: Astronomi (belajar sendiri dari buku), menulis puisi, menggambar konstelasi, membaca novel-novel sastra klasik.
Konflik pribadi: Merasa terasing dari dunia yang terlalu cepat, merasa tidak dimengerti oleh lingkungan sekitarnya. Sering mempertanyakan makna keterhubungan antar manusia.
---
2. Malik "Orionus" Mahesa
Umur: 24 tahun
Asal: Pulau Lentera, sebuah pulau berbukit yang punya mercusuar tua dan langit malam yang sangat indah.
Pekerjaan: Penjaga mercusuar sekaligus pengamat bintang amatir. Ia dulu kuliah di bidang fisika di kota, namun memutuskan pulang ke pulau untuk merawat kakeknya yang sakit.
Kepribadian: Bijak, reflektif, punya sisi puitis yang tersembunyi. Sering menyembunyikan luka-lukanya dalam kalimat ilmiah atau puisi.
Hobi & Minat: Menulis puisi astronomi, membuat sketsa planet dan bintang, menyusun log buku pengamatan langit.
Nama “Orionus” adalah julukan yang ia berikan pada dirinya sendiri, diambil dari rasi bintang Orion — karena ia merasa seperti pemburu makna di langit luas.
Konflik pribadi: Pernah kecewa terhadap dunia akademik dan merasa lebih cocok hidup menyendiri. Tapi jauh dalam hati, ia rindu akan koneksi sejati dengan seseorang.
---
Hubungan dan Dinamika
Awal hubungan mereka bersifat anonim dan misterius, hanya mengenal satu sama lain lewat puisi dalam botol.
Mereka tumbuh lewat keintiman yang tidak terburu-buru, saling mengenal pikiran dan jiwa sebelum mengenal wajah.
Koneksi yang mereka bangun dibentuk oleh kesamaan batin dan cara pandang terhadap semesta, bukan oleh fisik atau penampilan.
---