Berlian UsangDiperbarui pada Nov 7, 2022, 15:47
"Seandainya dulu kamu tidak selingkuh mungkin kita tidak harus sembunyi-sembunyi seperti ini. Mungkin kita sudah menikah, sudah punya anak, dan hidup bahagia," kataku serius sambil menatap langit malam dari balkon apartemen milik Shela.
"Kalau kamu memang benar-benar cinta sama aku, sayang sama aku, kenapa waktu itu kamu tidak memperjuangkanku? Kamu malah membiarkanku memilih jalan yang salah, jalan yang sebenarnya juga tak pernah aku inginkan,"
"Kamu bahkan mempermalukan aku di depan keluargamu, teman-temanmu, di saat aku datang mengemis maaf darimu," jawaban Shela membuatku terdiam sejenak.
"Sekarang aku sudah hancur berantakan. Doni mencampakanku, menceraikanku. Berbeda denganmu yang sekarang bahagia dengan istri dan anak-anakmu itu. Ini mungkin hukuman buatku," air mata Shela yang sebelumnya memenuhi matanya itu pun mengalir di pipinya.
"Kau tak tahu apa yang kurasakan saat itu Shel. Dunia seakan berhenti berputar saat kau, wanitaku, cinta pertamaku, melakukan hal yang tak pernah sedikitpun terbayangkan. Diam-diam kau menjalin hubungan dengan lelaki b******k itu. Betapa mudahnya kau mengkhianatiku," ingatan masa lalu kelam pun kembali hadir pada malam itu.
"Saat itu aku cuma minta kepastianmu Rian. 8 tahun lamanya kita pacaran dan kamu tak pernah serius membicarakan massa depan kita. Aku lelah. Kamu terlalu asik dengan duniamu. Kamu egois Rian," ucap Shela seakan menyalahkanku.
"Dan karena alasan itu kau selingkuh?," tanyaku.
Shela tertunduk sambil terus menangis.
Melihatnya seperti itu, emosi ku pun kembali mereda. Kucoba untuk membuatnya kembali tenang.
"Sudahlah, tak ada gunanya lagi kita mengungkit-ungkit massa lalu. Semua sudah terjadi. Dan jujur aku masih sangat cinta dan sayang sama kamu. Aku tak ingin kehilangan kamu lagi," perlahan ku raih kepala Shela, kusandarkan di dadaku. Janda satu anak itu terus menangis.
"Lalu bagaimana dengan istrimu?," tanya Shela yang masih dalam pelukanku.
***
Aku terjebak CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) dengan mantan kekasihku yang sudah janda. Di saat aku telah memiliki istri dan dua orang anak yang sangat mencintaiku.
Keadaan yang membuatku dilema, antara mempertahankan rumah tanggaku yang sangat harmonis, atau memilih untuk kembali membuka lembaran baru bersama cinta pertamaku.