bc

Berlian Usang

book_age12+
20
IKUTI
1K
BACA
family
mystery
like
intro-logo
Uraian

"Seandainya dulu kamu tidak selingkuh mungkin kita tidak harus sembunyi-sembunyi seperti ini. Mungkin kita sudah menikah, sudah punya anak, dan hidup bahagia," kataku serius sambil menatap langit malam dari balkon apartemen milik Shela.

"Kalau kamu memang benar-benar cinta sama aku, sayang sama aku, kenapa waktu itu kamu tidak memperjuangkanku? Kamu malah membiarkanku memilih jalan yang salah, jalan yang sebenarnya juga tak pernah aku inginkan,"

"Kamu bahkan mempermalukan aku di depan keluargamu, teman-temanmu, di saat aku datang mengemis maaf darimu," jawaban Shela membuatku terdiam sejenak.

"Sekarang aku sudah hancur berantakan. Doni mencampakanku, menceraikanku. Berbeda denganmu yang sekarang bahagia dengan istri dan anak-anakmu itu. Ini mungkin hukuman buatku," air mata Shela yang sebelumnya memenuhi matanya itu pun mengalir di pipinya.

"Kau tak tahu apa yang kurasakan saat itu Shel. Dunia seakan berhenti berputar saat kau, wanitaku, cinta pertamaku, melakukan hal yang tak pernah sedikitpun terbayangkan. Diam-diam kau menjalin hubungan dengan lelaki b******k itu. Betapa mudahnya kau mengkhianatiku," ingatan masa lalu kelam pun kembali hadir pada malam itu.

"Saat itu aku cuma minta kepastianmu Rian. 8 tahun lamanya kita pacaran dan kamu tak pernah serius membicarakan massa depan kita. Aku lelah. Kamu terlalu asik dengan duniamu. Kamu egois Rian," ucap Shela seakan menyalahkanku.

"Dan karena alasan itu kau selingkuh?," tanyaku.

Shela tertunduk sambil terus menangis.

Melihatnya seperti itu, emosi ku pun kembali mereda. Kucoba untuk membuatnya kembali tenang.

"Sudahlah, tak ada gunanya lagi kita mengungkit-ungkit massa lalu. Semua sudah terjadi. Dan jujur aku masih sangat cinta dan sayang sama kamu. Aku tak ingin kehilangan kamu lagi," perlahan ku raih kepala Shela, kusandarkan di dadaku. Janda satu anak itu terus menangis.

"Lalu bagaimana dengan istrimu?," tanya Shela yang masih dalam pelukanku.

***

Aku terjebak CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) dengan mantan kekasihku yang sudah janda. Di saat aku telah memiliki istri dan dua orang anak yang sangat mencintaiku.

Keadaan yang membuatku dilema, antara mempertahankan rumah tanggaku yang sangat harmonis, atau memilih untuk kembali membuka lembaran baru bersama cinta pertamaku.

chap-preview
Pratinjau gratis
Janji Rahasia
Seketika kaki kananku dengan cepat kuangkat dari pedal gas, berpindah ke pedal rem, seiring dengan kedua tanganku yang memutar setir ke arah kiri, mobilku pun menepi ke bahu jalan. Dengan cepat aku mengambil Handphone dari dalam tas. Kuhapus seluruh Chat WA dari seseorang dengan nama kontak Grace Staf. "Hufffttttt," kuhembuskan nafas panjangku. Sejenak kusandarkan kepala. Kusimpan lagi Handphone itu ke dalam tas. Kembali kulanjutkan perjalanan pulang ke rumah yang tak sampai 50 meter lagi dari tempatku berhenti. Sampailah aku di rumahku yang minimalis dengan taman asri di depannya. Kuparkir mobilku di halaman rumah. Sengaja belum kumasukkan ke garasi karena masih berencana untuk pergi lagi. "Papa pulang," teriakan Alifah dan Adibah menyambut kedatanganku sore itu. Mereka berlari ke arahku, berebut pelukan dariku. "Tumben kamu cepat pulang pa?," tanya Icha keheranan namun tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. "Emang mama gak suka ya kalo papa cepat pulang. Ya udah papa balik ke kantor lagi," kupasang wajah cemberut. "Jangaaaaan," teriak Alifah dan Adibah kompak. "Bukan gitu. Kan biasanya papa pulangnya malam," Kupeluk kedua putriku lalu berjalan masuk ke rumah. Ku kecup kening istriku yang sedang berdiri di depan pintu. "Hari ini kerjaanku di kantor gak banyak ma," "Horeee, berarti malam ini papa bisa membaca dongeng buat kita dong," ucapan sekaligus permintaan Alifah itu hanya bisa kujawab dengan senyum. Aku terus menggendong Alifah dan Adibah sampai ke ruang TV. Kujatuhkan badanku di atas sofa bersamaan dengan Alifah dan Adibah yang masih aku gendong. Kami pun tertawa kegirangan. "Hati-hati pa. Mereka sudah besar. Nanti kamu keseleo loh pa," kata Icha khawatir melihat tingkah aku dan anak-anak. "Iya ma," "Papa kan kuat. Mana mungkin keseleo. Iya kan pa?," seru Alifah. "Iya lah papa kita itu manusia terkuat di bumi," timpal Adibah. "Hahaha.. Kalian ini, makin hari makin lucu saja," kataku sambil tertawa. "Iya, waktu itu kan papa pernah menang melawan 3 orang penjahat. Cuma papa kita yang bisa melakukan itu," Alifah mengingatkan kejadian yang menimpa kita saat pulang tengah malam dengan mobil. Saat itu mobil kami dicegat oleh kawanan perampok. Beruntung aku bisa melawan mereka dengan bermodalkan ilmu bela diri yang aku pelajari sejak dulu. Kejadian itu terus menempel diingatan Alifah dan Adibah. "Oh iya.. Bagaimana sekolah kalian?," "Alifah tadi berhasil buat ibu guru menangis yah," "Hah? Kamu apain gurunya kakak," aku panik sejadi-jadinya. Bagaimana bisa anak kelas dua SD sudah bikin gurunya nangis. Entah kenakalan seperti apa yang sudah Alifah lakukan "Aku bacain puisi," jawab Alifah polos. "Puisi?," dahiku mengerut. "Iya yah puisi. Jadi kemarin kita dapat PR bikin puisi sama ibu guru dan harus dibaca di depan kelas tadi. Nah saat giliran Alifah baca puisi uang udah Alifah tulis semalam, ibu gurunya nangis. Katanya dia terharu Pah," "Kalau papa boleh tahu, puisinya tentang apa? Bisa papa liat kan?," aku benar-benar penasaran, puisi anak seperti apa yang sampai membuat orang dewasa mengangis. "Boleh. Tapi ada syaratnya," "Apa syaratnya?," "Sebentar papa harus tidur bareng Alifah dan Adibah. Kan sudah lama papa belum bacain dongeng sebelum kami tidur. Nanti sebelum papa baca dongeng, Alifah akan baca puisi Alifah yang sudah bikin ibu guru nangis itu. Deal?," Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum. Kenapa juga sih aku harus tanya soal puisinya itu. "Iya, Adibah juga kangen dibacain dongeng sama ayah," "Ohh iya. Kalau Adibah sekolahnya tadi gimana?," kucoba alihkan perhatian mereka. "Adibah bermain sambil belajar sama teman-teman. Adibah punya teman baru, namanya Cici, dia baru pindah," jawab Adibah. "Ohh.. Nanti kenalin ke papa yaa," "Pasti,, Adibah juga sudah bisa membaca dan menulis. Kata ibu guru Adibah sedikit lagi sudah bisa masuk SD," "Wah, anak papa ternyata pintar-pintar ya," "Iya dong, siapa dulu papanya," sahut Alifah. "Kalau begitu cium dulu dong papanya," kedua putriku yang lucu itu pun mencium pipiku masing-masing di kiri dan kanan. *** Di depan cermin kamar, aku merapikan rambut dan memastikan penampilanku malam ini sudah oke. Tiba-tiba Icha membuka pintu kamar. "Loh kok udah rapi bangat? Papa mau kemana?," tanya Icha sambil mengerutkan dahinya. "Ehh, iya aku lupa ngomong tadi. Malam ini aku diperintah bos untuk menerima klien kantor sekalian disuruh ajak makan malam," "Yah, padahal aku baru saja masak makanan kesukaanmu loh pa," Icha nampak kecewa. "Mmmm.. Nanti aja yaa.. Kamu simpan aja, nanti bentar aku habisin kok.. Soalnya aku buru-buru ma," bujukku. Aku rangkul Icha sembari ku kecup bibir manisnya yang mulai cemberut itu. Aku ajak ia keluar kamar. "Papa kok lama sekali? Adibah dan kak Alifah sudah menunggu di meja makan," Adibah datang menyusulku. "Papa kok rapi sekali. Papa mau pergi lagi ya?," "Papa ada urusan mendadak sayang," baru saja aku mau menjelaskan, Icha sudah lebih dulu menjawabnya. Seketika wajah Adibah berubah sedih. Ia langsung pergi kembali ke meja makan tanpa sepatah kata. Setibanya di meja makan. Aku dan Icha disambut Alifah dan Adibah dengan wajah cemberut. Mereka tak mau menatap wajahku dan langsung pergi menuju kamar. "Alifah,, Adibah, ayo kita makan dulu sayang," bujukanku tak mampu membendung kekecewaan mereka. "Biarkan saja dulu pa. Nanti biar aku yang bujuk mereka," "Aku pergi yaa," "Iya, hati-hati ya pa," kembali kuberi kecupan dibibir istriku, kali ini dia ikut menyambutnya dengan kecupan manis. Aku pun pergi dengan sedikit rasa bersalah.. *** Gracela Andira, biasa dipanggil Shela. Wanita yang dulu pernah membuat hari-hariku penuh dengan semangat. Wanita yang membuatku mengenal apa itu cinta. Wanita yang dulu membuat aku merasa paling beruntung di dunia ini. Dan wanita yang juga akhirnya membuatku tahu apa dan bagaimana rasanya patah hati. Iya, wanita itu saat ini sedang menungguku di sebuah restoran langganan kami dulu. Kuyakin pasti dia sudah sampai duluan, orangnya sangat on time dari dulu. Ini adalah pertemuan pertama kami sejak hubungan kami kandas 7 tahun yang lalu. Aku diselingkuhi. Aku patah hati, aku runtuh, bahkan aku hampir bunuh diri waktu itu. Sekarang status Shela adalah janda anak satu. Ia ditinggal pergi oleh suaminya. Suaminya yang dulu pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan kami itu menikah lagi dengan wanita lain. Sejak mengetahui perceraian Shela lewat media sosialnya, aku sering memberinya semangat lewat chat pribadi. Awalnya aku hanya berniat untuk menyemangatinya, tapi lama-lama komunikasi kami kian intens. Hingga akhirnya kami pun janjian bertemu malam ini. "Seperti apa ya dia sekarang?," "Apakah dia masih mengenaliku?," ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.3K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.3K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.8K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.1K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook