"Kenapa harus pesantren sih mah...pah..., nggak ada sekolahan yang lain apa?" protes gadis tanggung itu kepada kedua orang tuanya. "Viena nggak mau mondok mah...pah...Viena punya sekolah impian sendiri" lirih gadis itu sambil meneteskan air matanya karena dia sudah tidak ada cara lagi untuk membatalkan niat orang tuanya untuk memasukkanya ke pesantren.
"Mohon maaf ya de, mama sama papa tidak punya pilihan lain selain memasukkan Ade ke pesantren, karena menurut papa itu pilihan terbaik untuk Ade saat ini" jawab papanya tanpa melihatnya. Sebenarnya mereka juga tidak tega untuk memasukkan anak bungsu mereka ke pesantren. Tapi mereka harus melakukannya karena tidak ingin anak mereka bertingkah tomboy di saat sudah dewasa nanti.
Karena sudah tidak bisa lagi membujuk orang tuanya untuk membatalkan niatnya, akhirnya Saviena pun memilih masuk ke kamarnya di lantai dua. Akhirnya dia harus mengubur mimpinya untuk bersekolah di tempat yang sama dengan kedua sahabatnya.
gambar by: id.pinterest.com
Apakah uang memang segalanya dalam hidup? Itulah yang dirasakan Sheila dipaksa meninggalkan kekasih hatinya karena dirinya bukan dari kalangan kaya raya.
Hinaan yang dia terima dari ibu kekasih nya merupakan modal baginya untuk meraih sukses.
Akankah Sheila menemukan pengganti Rayhan, pria yang meninggalkan demi gengsi dan status sosial orang tuanya.
Kepoin ceritanya yuk!
sampul by: kibrispdr.org