"Mengenalmu adalah sebuah anugerah terindah yang pernah tuhan berikan padaku soal kasih dan sayang pada sesama makhluknya, tapi semakin berjalannya waktu. Kini aku semakin paham akan arti yang sebenarnya tentang hal itu, banyak terkaan-terkaan yang sering kuberikan akan semuanya. Meskipun aku tak tahu itu benar atau tidak tentang itu, hanya satu pintaku. Entah pada siapa hati ini akan berlabuh nantinya, pada siapa jiwa dan raga ini memilih tambatan hati yang pas, dan entah dari siapa pada akhirnya akan kudapati luka dalam tentang hal ini. Aku tak mengapa, ucapan terimakasih pasti akan kuberikan pada kamu, dia, ia, atau bahkan entah siapa yang nantinya akan kudapatkan. Satu yang pasti dan tentu terjadi, kabarmu sampai saat ini masih kutunggu walaupun banyak ketidakpastian di sini. So, apa kabar Boy? Sudikah engkau tahu semua ini? Tak apa walaupun tanpa jawaban. Setidaknya dari situ aku tahu caranya bersikap yang sebenar-benarnya akan kehadiranmu dan orang-orang yang nantinya akan menggantikanmu entah satu atau dua kali setelah benar-benar kudapatkan yang pas di hati."