Namaku Faiha
Gadis biasa yang ingin bercerita sebuah kisah.
Kisah ini tentangku, tentang seorang gadis remaja yang baru berkenalan dengan cinta.
Meski sudah berkenalan, bukan berarti aku tahu bagaimana cara mengatasinya.
Aku pikir asal bisa melihat orang yang disuakai itu sudah cukup.
Melihatnya dari kejauhan, memperhatikannya, mengaguminya, itu sudah cukup, itu sudah membuat hatiku bahagia.
Meski pada akhirnya aku sadar itu semua tidak cukup.
Di awal masa Sekolah Menengah pertama, aku menyukai seorang lelaki bernama Kenan, Dia sudah menjadi teman sekelasku sejak lima Tahun yang lalu hingga kini aku sudah duduk di tingkat Sekolah Menengak Akhir aku masih manaruh perasaan padanya. Aku tidak tahu pasti kapan perasaan itu diam-diam menyusup ke dalam hatiku, yang aku pasti kini rasa itu semakin hari semakin bergejolak.
Senyumku tak henti mengembang setiap melihatnya tersenyum. Mata ini seakan setiap detiknya hanya tertuju pada sosok itu. Tidah teralihakan. Ah....., tapi itu hanya kulakukan secara diam-diam , tidak boleh ada yang tahu tentang perasaan ini, termasuk dirinya. Menatapnya dari kejauhan saja sudah cukup untukku saat itu.
Hingga suatu ketika sahabatku Cyra mengatakan padaku dan dua sahabatku yang lain Hala dan Sophia bahwa dia menyukai Kenan, leleki yang kusukai. Sejak saat itu aku mencoba untuk menghapus perasaan itu meski sangat sulit. Namun masalah lain muncul saat Hala tak sengaja menemukan secarik kertas yang berisi tentang perasaanku pada Kenan.