Jane Jennifer memeluk tubuh ayahnya yang tewas bersimbah darah karena ditembak oleh orang tak dikenal. Jane menangis sejadinya. Suaranya memilukan, seperti mengiris perasaan siapa saja yang mendengarnya.
Sejak itu Jane berusaha menguak misteri pembunuhan Sigit Nugraha, ayahnya. Jane ingin membalas dendam pada siapa saja yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Maka dia bergabung dengan organisasi mafia Naga Putih pimpinan Bayu Samudra alias Mister Dragon. Dengan bantuan Mister Dragon, Jane menyusup ke Polisi Metropolitan sebagai anggota Satserse Narkoba, sekaligus jadi mata-mata untuk kelompok mafia Naga Putih. Di kepolisian Jane mengubah jatidirinya sebagai Clara Larasati.
Apakah jatidiri Clara akan terkuak sebagai mata-mata di Kepolisian? Siapa pembunuh ayah Jane? Bagaimana Jane mengungkap pembunuhan itu, mampukah Jane atau Clara membalas dendam atas kematian ayahnya? Siapa ayah Jane yang sesungguhnya? Masih adakah sisi kemanusiaan di tengah kehidupan para preman?
Beberapa kali dia berhadapan dengan rintangan, kehilangan orang yang dicintainya, dan berurusan dengan mafia nyata. Namun, dia bersikeras untuk melanjutkan perjuangannya. Akhirnya, ia berhasil meloloskan diri dari dunia gelap tersebut dan mencapai tujuannya.
Clara atau Jane terlibat di berbagai peristiwa dramatis, di tengah situasi konflik antar Gangster, dan pihak kepolisian yang giat memberantas jaringan narkoba.
Baruklinting - seorang pemuda yang sakti di tanah Jawa, pergi mencari Bapanya yang sedang bertapa di Gunung Merapi. Dia ingin mempertemukan bapanya yang ternyata pemimpin di perdikan Mangir dengan Dewi Ariwulan, ibunya. Namun cara yang ditempuh Baruklinting keliru, sehingga tujuan mulianya itu menghadapi banyak rintangan. Bahkan Baruklinting dituduh sebagai seorang pemberontak yang ingin mendongkel kekuasaan bapanya.
Cerita menjadi rumit, ketika untuk mencapai tujuan mempersatukan ibu dan bapanya di Mangir, Baruklinting melibatkan pihak lain, yaitu gerombolan begal Selo Merbabu. Sementara itu pihak keraton Mataram juga merasa terusik dengan kehadirannya sebagai orang sakti di Mangir.
Kisah fiksi sejarah ini diwarnai dengan konflik kepentingan, perseteruan, pengkhianatan, dan irihati. Mampukah Baruklinting menghadapi segala rintangan konflik yang ada?
Berlatar sejarah setelah era keruntuhan kerajaan Majapahit (tahun1400 saka) cerita Baruklinting ini juga menampilkan lahirnya pusaka sakti yang kelak menjadi salah satu pusaka andalah raja-raja Mataram, yaitu pusaka Tombak Kyai Baruklinting .