Semua seperti mustahil untuk Adira terima. Ibaratkan kebahagiaan baru mendatanginya semalam dan hari ini, ia rasakan lara abadi tak tertahankan.
Mampu bertahan adalah harapnya, namun bukan hanya sulit, hal itu tak mungkin.
Terlalu merapat lara itu mendekapnya, terlalu sesak juga menghimpit.