Cinta seharusnya saling memberi dan menerima bukan memaksa berkorban tanpa batas. Cinta itu membuat bahagia bukan menyakiti tanpa henti.
Namun, benar kata orang, cinta itu buta. Buktinya, Ziyana Syawqi sangat mencintai Gentala Adiputra meskipun berkali-kali terluka ia tak bisa membenci Genta.
Genta meminta darahnya, ia berikan. Genta meminta donor sumsum tulang belakang, tanpa ragu ia menyanggupinya. Dengan harapan setelah itu Genta akan melihat cintanya yang tulus dan menjauhi wanita kesayangannya.
Namun, setelah semua pengorbanan itu tetap saja Genta sering mengabaikannya memberikan luka tiada henti. Akhirnya ketika Genta meminta ginjalnya untuk wanita itu, Ziyana bersedia. Itu adalah pengorbanan terakhir untuk cintanya.
Ia memilih pergi karena tahu pengorbanannya sia-sia, Ziyana tak sanggup lagi, tubuhnya terlalu lemah untuk menahan luka.
Genta terkejut mendengar kematian Ziyana di meja operasi. Dia menyesal. Melihat wanita masa kecilnya berangsur sehat, bukan bahagia yang ia rasakan, tetapi kehilangan yang mencekiknya.
Keberadaan yang sering ia abaikan kini ia rindukan. Apalagi setelah tahu bahwa ternyata Ziyana adalah cinta masa kecil yang sebenarnya. Penyesalan yang datang terlambat. Kini ia harus hidup dengan penyesalan yang menyiksa selamanya.
Arabella Anindya perempuan cantik berumur 20 tahun, putri dari seorang CEO perusahaan ternama, terpaksa menikah dengan pria lumpuh bernama Kenzo Pratama yang merupakan seorang CEO. Demi untuk menghindari hukuman di balik jeruji. Semua karena dia dituduh menabrak Kenzo.
Namun, kejadian sesungguhnya adalah Arabella menjadi kambing hitam dari kekasihnya yang malam itu menyetir dalam keadaan mabuk. Sedangkan Arabella sendiri tidak ingat apa pun karena dia pun terpengaruh minuman beralkohol. Dia hanya bisa menerima usulan sang papa yang ingin menikahkannya dengan Kenzo agar tidak masuk bui.
Kenzo bersedia menikah dengan Arabella hanya untuk balas dendam karena telah membuatnya lumpuh sehingga hidupnya hancur. Sang kekasih bahkan memutuskan pertunangan mereka dengan tak ingin mempunyai pasangan lumpuh. Oleh Kenzo memperlakukan Arabella dengan kasar dan tanpa hati, membuat hidup Arabella seperti di neraka, semua keluarga Kenzo juga membencinya.
Hingga kebenaran terungkap. Ternyata bukanlah Arabella yang menyetir malam itu. Kenzo merasa bersalah dan ingin memperbaiki hubungan mereka, tapi luka Arabella sudah terlalu dalam.
Akankah Arabella memaafkan Kenzo dan kembali bersamanya?