Cerita Oleh Sapta Arif
author-avatar

Sapta Arif

TENTANGquote
Pencerita yang suka menulis puisi dan diskusi hingga pagi.
bc
Ziarah Kenangan
Diperbarui pada Feb 7, 2021, 18:45
Pernahkah kau merasakan kematian begitu dekat denganmu. Kau bisa begitu merasakannya, sedekat nadi. Sedekat embusan napas yang masuk dan keluar begitu saja dari lubang hidung. Bayangkanlah, di salah satu tahap kehidupanmu, seseorang yang kau bayangkan sebagai utusan-Nya datang padamu. Pada satu malam yang dingin. Malam yang sunyi tanpa suara kehidupan. Ia sekelabat mendatangimu yang terjaga. Yang barangkali sedang terbaring menatap langit-langit. Terbangun dari mimpi buruk yang tak pernah kau inginkan. Kemudian, di malam itu, sebuah embusan angin yang begitu asing menyentuh daun telingamu, mengalir, membangunkan bulu roma. Wage (penulis, 30 tahun) pernah merasakan kematian begitu dekat dengannya. Hal ini disebabkan sebuah goncangan konflik cinta yang rumit. Orang-orang menyebutnya dengan lusan atau pernikahan anak pertama dengan anak ketiga. Akibat hancurnya hubungan Wage dengan kekasihnya—Anjani, memaksa lelaki ini untuk bertarung dengan depresi hingga keinginan bunuh diri yang amat dalam. Layaknya kupu-kupu yang telah bermetamorfosa, tahap ini juga dialami Wage. Ia melewati depresi ini dan menjadi diri yang baru. Meskipun begitu, masih ada konflik besar yang membuatnya harus kembali menziarahi kenangannya bersama mantan kekasihnya, Anjani.
like