Samudra tanpa sadar membaca sebuah mantra yang membuat bulan menghilang dari langit dan Wulan seorang gadis yang terlibat cinta segitiga dengannya diculik tepat di depan matanya. Mantra apa yang telah dibacanya? Bagaimana caranya mengembalikan bulan dan Wulan? Dan apa kaitan Samudra dengan mantra tersebut?
Disisi lain Semesta yang juga menjadi saksi mata malam itu harus mengumpulkan keping-keping petunjuk untuk mengungkap teka-teki purnama ketiga dan mengembalikan dunia seperti semula. Perjalanan Semesta dan Samudra tidak hanya mencekam tapi juga diwarnai pengorbanan cinta dan nyawa.
Perjuangan Pinasthika sembuh dari berbagai mental disorder yang dia idap harus mencapai titik terburuk yaitu masuk ke rumah sakit jiwa. Hanya dokter Harsa satu-satunya yang menjadi lentera dalam kegelapan dunia Pinasthika. Tapi trauma masa lalu yang terus terulang membuatnya tenggelam semakin dalam. Berulang kali percobaan bunuh diri dilakukan, tidak satu pun membawa kematian. Hanya rasa letih dan sengsara yang semakin dalam. Saat Pinasthika tak lagi bisa membedakan realita dan delusi, muncul seorang pria yang dengan cara tak masuk akal berhasil membuatnya tersenyum dan tertawa lagi. Tapi tidak, bagi dokter Harsa itu justru sebuah ancaman.
“Aku manusia. Aku sama seperti kalian. Ini adalah aku, aku adalah aku.”