Sakit hati dan trauma masa kecil ternyata begitu membekas di hati sanubari. Bahkan hingga dewasa beranjak tua sekalipun. Ayu yang lahir dan dibesarkan oleh orang tua dari lingkungan dengan latar belakang yang sangat jauh berbeda, Bapak dari keluarga NIngrat, kaya raya dan terpandang sedangkan Ibu seorang miskin nan papa seringkali menyaksikan secara langsung kekejaman mulut dan tindakan dari keluarga Bapaknya, Dapatkah dia meraih kebahagiaannya? bangkit dari keterpurukan, dan melupakan masa kecilnya nan kelam. Demi Ibu tercintanya?
Sakit hati dan luka masa lalu ternyata sulit sekali untuk dihilangkan. Keika waktu terus bergulir, saat itu pula skenario kehidupan laksana terus memutar ulang setiap untaian kata, adegan yang terasa begitu membekas di dalam hati sanubari. Lidah memang tak bertulang. Setiap penggalan yang keluar dari mulut berbisa tak akan serta merta hilang begitu saja, terlebih itu semua dibarengi dengan tindakan kejam. Oh tidaaak....!