Perempuan Kaktus;
menanam sendiri duri-duri
ditantangnya luka dan matahari.
IG: @pena_pelangi_pagi @shourisha_arashi
FB: Shourisha Arashi
Twitter: @fatimah_shou
"Di sini aku sekarang, hanya berteman deretan pohon-pohon kamboja yang menjulang. Memandang kamboja putih dengan kuning di pusatnya itu memaksa pikiranku jauh melayang pada cerita yang ramai dibicarakan orang-orang. Al, apa kau ingat, mereka mengatakan bahwa bunga kamboja adalah representasi dari kesetiaan seorang perempuan yang ditinggalkan oleh kekasihnya karena maut yang menjemput. Sekarang lihat, aku di sini hanya bisa memeluk pusaramu, menangisi kepergianmu. Ingin aku menjelma pohon kamboja itu dan menemanimu selalu, tak peduli angin dingin akan merontokkan daun-daunku. Bukankah demikian yang kau inginkan? Bukankah pesan itu yang hendak kau sampaikan padaku secara tersirat ketika saat itu kau mengatakan betapa kau sangat menyukai bunga kamboja, supaya hatiku senantiasa hanya tertuju padamu bahkan andai maut memaksa untuk berpaling, maka ia tak akan mampu?"
Mungkin tak ada yang pernah mengira bahwa mencintai bisa menjadi begitu menyakitkan, begitu pula dengan Sophia. Ia hanya pecinta amatir yang baru pertama kali merasakannya. Seperti seorang pengembara yang buta tentang daratan yang akan ditelusurinya, tanpa peta, tanpa pengetahuan apapun tentangnya. Bermodal tekad dan intuisi yang mengalir begitu saja bersama angin, ia seakan tak peduli pada apa saja yang mungkin akan dihadapi.
Semakin besar harapan yang dimiliki, semakin besar pula kecewa yang mungkin timbul ketika harapan itu pupus. Demikian pula dengan cinta, semakin dalam cintamu pada seseorang, semakin dalam pula rasa sakit ketika ia mengkhianatimu.
Lalu ketika kau hampir atau bahkan telah menyerah dan tiba-tiba kesempatan kedua itu datang, akankah kau meraihnya?
Anne-Marie La Chapelle mencoba meraih kesempatan itu dengan meninggalkan segalanya. Masa lalu yang begitu menyakitkan dan membuatnya memilih untuk mengakhiri hidup, bertindak egois tanpa berpikir panjang, mengesampingkan bagaimana perasaan orang-orang yang menyayanginya.
Lolos dari maut, Anne-Marie berniat memulihkan diri dengan pergi ke kota kecil dimana neneknya tinggal. Sebuah keputusan yang kemudian mempertemukannya dengan kisah baru. Pertemuannya dengan Ramon Luis Suarez, seorang mantan narapidana yang baru saja bebas, memberikan warna yang jauh berbeda dalam kehidupannya. Ramon yang ternyata juga tengah mencoba meraih kesempatan kedua untuk kehidupan yang lebih baik.
Berawal dari mengelola florist lalu beralih pada restoran yang menyajikan menu khas Jawa dan hidangan raja-raja terdahulu, dapatkah Anne-Marie dan Ramon bekerja sama? Jalan takdir seperti apa yang menanti mereka?
Harris Chandra Khan adalah seorang CEO sebuah grup perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, properti dan ritel furnitur terbesar di Asia. Selain kekayaan dan kepiawaiannya dalam berbisnis, sosoknya yang tampan, tinggi, dan tubuh yang kekar sudah pasti mampu memikat lawan jenis. Tapi sifatnya yang dingin dan selalu memasang wajah tanpa ekspresi memancarkan aura mengintimidasi yang membuat para wanita harus berpikir berulangkali ketika mendekatinya.
Tak ada yang tahu seperti apa kepribadian sesungguhnya yang ia sembunyikan di balik kedinginannya, juga rahasia besar yang selalu menghantuinya. Tapi yang jelas, ia sangat menyayangi sang nenek, satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa.
Ia lalu dipertemukan dengan Renjana Saga, seorang gadis yang berprofesi sebagai tukang kayu dalam kontes design yang diadakan perusahaannya. Gadis muda berpotongan rambut pixie cut dengan otot-otot yang kencang, terbentuk karena kesehariannya dan latihan taekwondo selama berada di sekolah menengah kejuruan.
Akankah gadis itu dapat membangkitkan gejolak yang terpendam dalam jiwa Harris? Jalan cinta seperti apakah yang harus mereka lalui?