CINTA KEDUA DALAM PERJANJIANDiperbarui pada May 13, 2026, 04:43
#Warning! Mengandung unsur dewasa! #Cerita ringan menemani istirahat kalian sambil ngopi joss!
Di kalangan elite ibu kota Jakarta, satu hal sudah menjadi rahasia umum—perjanjian pernikahan antara keluarga Santoso dan Pratama.Semua orang tahu. Semua orang membicarakannya.Namun, tak ada yang benar-benar memahami bagaimana perasaan orang yang terjebak di dalamnya.---Malam itu, hujan deras mengguyur Jakarta tanpa ampun.Jalanan gelap, lampu kota berpendar samar tertutup tirai air.Di tengah malam yang kacau itu, Jasmin Santoso berlari.Langkahnya tergesa. Nafasnya memburu.Seseorang mengikutinya.Perasaan dingin menjalar dari tengkuknya—insting bahaya yang tak bisa ia abaikan.Di ambang antara hidup dan mati, satu nama terlintas di pikirannya.Tunangannya.Namun kenyataan terasa jauh lebih kejam.Di saat dirinya terancam, pria yang seharusnya melindunginya justru sedang merayakan ulang tahun sahabat perempuannya—tertawa, bersulang, seolah dunia begitu indah.Hati Jasmin… hancur saat itu juga.Bukan sekadar kecewa.Tapi benar-benar mati rasa.---Sejak malam itu, ia mengambil keputusan.Ia akan membatalkan pertunangan.Tak peduli apa kata keluarga. Tak peduli konsekuensinya.---Namun, pada malam sebelum semuanya benar-benar berakhir—Seseorang datang mengetuk pintu kamarnya.Tok... tok... tok...Suara itu pelan, tapi terasa begitu jelas di keheningan malam.Jasmin membuka pintu.---Di luar, cahaya bulan sedang terang-terangnya.Putih, dingin, dan sunyi—seperti embun beku yang menyelimuti dunia.Dan di bawah cahaya itu… berdiri seorang pria.Posturnya tinggi, tegap, dengan aura tenang yang sulit dijelaskan.Langkahnya seolah membawa dingin malam bersamanya.Wajahnya tampan dengan garis tegas namun halus, sorot matanya samar—seolah ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.Perasaan yang tertahan.Perasaan yang sudah lama dipendam.Pria itu menatap Jasmin.Tatapannya dalam. Tenang. Tapi di balik itu—ada gelombang emosi yang nyaris tak terlihat.Saat ia berbicara, suaranya datar… namun entah kenapa terasa hangat.“Di keluarga Pratama… bukan hanya ada Rendra Pratama.”Ia berhenti sejenak.Matanya tak lepas dari Jasmin.“Ada aku.”Hening.Lalu, dengan nada yang tetap tenang—namun penuh kepastian—“Aku datang untuk memenuhi perjanjian pernikahan itu.”---Malam itu, tak hanya hujan yang mengguyur Jakarta.Takdir pun… diam-diam mulai berubah arah.