Beri aku waktu 40 hari, Mas!Diperbarui pada Jul 8, 2023, 05:12
Bukankah setiap orang ingin hidup dengan orang yang dia cintai? Lalu bagaimana jika takdir memaksa kita hidup dengan orang yang tidak dicintai? Diteruskan kah? Atau diakhiri saja?
Beri aku waktu 40 hari, Mas!
"Dik, aku ingin kita berpisah." Kutatap netranya yang polos, perlahan mengembun dan memerah.
"Kenapa, Mas? Apa aku sudah membuat kesalahan yang fatal?" Dia menunduk menyembunyikan air matanya yang susah payah ia tahan.
"Kau adalah perempuan yang sangat baik dan sempurna."
"Jika aku baik kenapa kau ingin berpisah denganku?" Dia memotong ucapanku, seketika Limah menggebrak meja cukup keras. Sungguh baru kali ini dia semarah ini. Lima tahun hidup dengannya, dia tidak pernah berperangai kasar sedikitpun.
"Karena aku tak pernah mencintaimu." Kata itu meluncur bebas dari mulutku. Entah mengapa setelah mengucapkannya aku merasa dadaku ikut merasakan sakit.
"Tidak cinta? Setelah lima tahun kita merajut bahtera rumah tangga, kau bilang tidak cinta? Apa kau tidak melihat putri kita yang cantik sedang tertidur pulas, Mas? Apa kau juga tidak lihat, anakmu yang kedua sebentar lagi akan lahir? Bahkan kehidupan kita yang selalu harmonis dan berjalan semestinya. Dan sekarang kau bilang tak cinta?" Seketika dia tertawa, tatapannya nyalang, seperti ingin menerkamku hidup-hidup.