Cerita dari DesaDiperbarui pada Aug 4, 2021, 04:49
Aku hidup di desa ini. Dengan kaki yang terbiasa menapaki pematang sawah yang licin dan berlumpur. Mendengar kicauan burung yang setiap hari bertengger di sana sini. Bahkan pada pohon jati yang meranggas di musim kemarau.
Para buruh tani,pedagang jamu,dan warung-warung kelontong mewarnai desa yang damai. Desa dimana suara gergaji kayu terdengar di malam yang gulita. Atau suara gelembung yang dihasilkan beribu-ribu ikan yang diternakkan di kolam beton. Menjadi sebuah gemuruh atau gempa yang membuat terkejut.
Aku hidup di desa ini. Dengan terbiasa memakan jajanan pasar yang dibawa tukang sayur keliling. Kicak,cenil,utri,roti monitor menjadi temanku merangkai waktu tuk tumbuh besar.
Para penerbang layangan yang menikmati surganya. Sampai rela berlarian di pematang sawah yang mampu membuatnya tergelincir. Tapi sepertinya mereka slalu berhasil,dengan suara gapangan yang tertinggal di malam yang sunyi.
Aku hidup di desa ini.