Setelah mendapatkan surat peringatan Drop Out dari universitas, Jenaka baru sadar bahwa dia sudah semester dua belas, hampir dua tahun skripsinya terabaikan. Alasan dia tidak melanjutkan penelitian adalah karena dosennya yang sulit sekali memberi persetujuan. Jenaka lelah dengan revisi yang tidak berkesudahan.
Biaya kuliah semakin besar sementara dia sudah tidak mendapat fasilitas dari keluarga, bahkan terancam dicoret dari kartu keluarga, gadis itu bingung antara mencari pekerjaan atau fokus dengan penelitiannya, karena kalut dikejar keadaan, dia terpaksa mengancam dosen pembimbingnya agar mau memuluskan jalannya.
Bukannya takut, Rangga dosen pembimbing Jenaka malah mengancam balik dan marah dengan ucapan Jenaka, mereka membuat janji temu tapi sayangnya Jenaka tidak hadir siang itu. Semua kontak Rangga diblokir.
Rangga berusaha mencari keberadaan mahasiswinya, dia khawatir Jenaka benar-benar di drop out karena ancaman balasan pada pesan singkatnya tempo hari. Sementara Jenaka ketakutan dalam pelariannya, takut Rangga benar-benar membuktikan ancamannya, juga takut kampus benar-benar mengeluarkan dirinya dan namanya dicoret dari kartu keluarga.