Cerita Oleh azisains
author-avatar

azisains

bc
Arisan Para Nyonya
Diperbarui pada Oct 5, 2026, 08:19
Demi mengungkap kematian ibunya yang tewas mengenaskan delapan tahun lalu, Kinanti "Kinan" Sekar Arum—seorang penaksir perhiasan berdarah dingin—menyusup ke Arisan Kenanga Mas, lingkaran paling eksklusif sekaligus mematikan milik para nyonya kelas atas Jakarta. Di balik kilau berlian, sutra mahal, dan aroma melati, terdapat *Cawan Perak* dan *Buku Kas Tembaga*. Di sana, kocokan lontar emas tidak hanya memilih siapa yang berhak membawa pulang kemakmuran miliaran rupiah, tetapi juga menentukan tumbal nyawa yang harus diserahkan dalam kurun empat puluh hari. Namun, penyamaran Kinan berubah menjadi jebakan maut saat ia menemukan namanya sendiri telah tertulis di buku tembaga sebagai *Utang Darah* warisan sang ibu. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah menempuh bahaya melalui *Pasal Menantu*—mengikatkan diri dalam pertunangan sandiwara dengan Raden Arya Mahendra Prawira, pewaris tunggal konglomerasi Prawira Land yang dingin, penuh rahasia, dan menolak dikejar. Di tengah pertarungan manipulasi, intrik arisan, dan ritual kuno yang menagih janji, Kinan tidak hanya harus mengejar hati pria yang terus menyembunyikan masa lalunya, tetapi juga berpacu dengan waktu sebelum namanya benar-benar dipanggil oleh *Yang Menagih*. Saat cawan perak mulai berdering dan tirai kemakmuran berubah menjadi genangan darah, satu pertanyaan tersisa: *Siapa yang menulis nama ibunya di buku tembaga—dan sanggupkah Kinan menuliskan nama pembunuh itu lebih dulu sebelum hari ke-40 habis?
like