HARGA SEBUAH DENDAMDiperbarui pada Jan 24, 2026, 04:32
Jacob Harlow adalah anak sulung keluarga Harlow, keluarga yang punya lahan pertanian luas dan jadi pemasok utama banyak perusahaan makanan. Sejak kecil, Jacob sudah ditanamkan satu peran: penerus. Semua harapan, nama besar, dan masa depan keluarga ada di pundaknya.Berbeda dengan Jeje Hayes. Ia anak kedua dari keluarga Hayes, pemilik perusahaan wine yang selama ini bekerja sama dengan keluarga Harlow. Tapi Jeje sendiri hampir nggak pernah benar-benar dilibatkan dalam urusan bisnis keluarga. Ia tumbuh tanpa pernah benar-benar dilibatkan dalam urusan keluarga.Meski kedua keluarga terhubung, Jacob dan Jeje nyaris tak pernah saling bicara. Sampai suatu hari mereka dipertemukan dan pertemuan itu langsung berubah jadi mimpi buruk bagi Jeje. Kerja sama bisnis kedua keluarga hancur. Keluarga Hayes dituduh memutus kontrak sepihak, meninggalkan utang besar, dan menyeret keluarga Harlow ke jurang kerugian. Dalam amarahnya, Jacob butuh seseorang untuk disalahkan. Dan Jeje yang bahkan tak tahu apa-apa akhirnya jadi sasaran paling mudah.Jeje diseret dan disandera di rumah pribadi Jacob. Ia dijadikan alat ancaman, harapan terakhir agar keluarga Hayes mau membayar utang mereka. Di tengah penyekapan itu, satu rahasia besar terbongkar. Jeje adalah seorang interseks. Ia lahir dengan kelamin ganda sejak lahir. Bagi Jacob, kenyataan itu bukan sesuatu yang mudah ia pahami, tapi hal itu malah menjadikannya alasan baru untuk lebih kejam. Kata-kata seperti “nggak normal”, “aneh”, dan “cacat” jadi senjata yang terus ia lemparkan, seolah Jeje pantas kehilangan martabatnya.Masalah memuncak saat ancaman Jacob dengan menyekap Jeje gagal. Keluarga Hayes terang-terangan menolak tunduk. Mereka memilih melepas Jeje begitu saja. Tekanan demi tekanan membuat ayah Jacob jatuh sakit, dan kemarahan Jacob tak lagi punya arah yang jelas. Di titik itu, Jeje bukan lagi sandera. Ia berubah menjadi pelampiasan nafsu dari amarah Jacob yang hilang kendali. Satu-satunya hal yang bisa Jeje lalukan hanya pasrah, menerima perlakuan itu walau tangisnya selalu pecah di kamar mandi. Sampai akhirnya saat Jeje mulai terbiasa, Jacob melepaskannya. Menyuruhnya pergi dan jangan pernah menunjukkan muka di depan Jacob lagi. Jacob tidak pernah tau kalau Jeje meninggalkan rumah tersebut dengan satu kenyataan malang. Jeje hamil.