Cerita Oleh Hikmalaya
author-avatar

Hikmalaya

TENTANGquote
Karena menulis adalah caraku menyampaikan rindu. Jatuh cinta dengan menulis sejak SMP, tapi baru fokus menekuninya saat SMK. Berharap bisa menginspirasi pembaca melalui tulisan, dan mengabadikan sebuah kisah dalam tulisan.
bc
Eleven
Diperbarui pada Sep 19, 2023, 21:18
PLAKK! "Itu untuk lo yang sudah ngaku-ngaku pacar gue, dan bikin gue malu karena jadi pusat perhatian." Gavino Pranaja, atau yang kerap disapa Gavin itu harus menelan kenyataan pahit setelah kedua pipinya ditampar oleh Fany, pacarnya sendiri. Ditambah dengan penuturan mengejutkan dari Angela, ibunda Fany, bahwa putrinya itu mengalami amnesia sebab kecelakaan yang menimpanya beberapa saat lalu di London. Ironisnya, dari sekian banyak manusia yang dikenalnya, kenapa Fany hanya tidak ingat dengan Gavin? Apa alasannya? Seiring dengan usahanya yang semakin gencar untuk mengembalikan ingatan Fany, Gavin mengetahui rahasia dibalik insiden kecelakaan pacarnya itu. Seseorang yang tak pernah ia duga ternyata ikut andil dalam sebuah usaha untuk memisahkan ia dengan Fany. Hal itu seakan memperbanyak tanda tanya yang kian memenuhi kepalanya. Saat keadaan semakin kacau, mampukah Gavin memulihkan ingatan Fany dan mengungkap rahasia itu? Lalu, akankah keduanya dapat bahagia bersama, atau menemukan kebahagiaan di jalan yang berbeda?
like
bc
Oh, My Ice!
Diperbarui pada May 1, 2022, 00:09
"Apa definisi luka menurutmu?" "Kamu." Sabrina Dara, atau yang kerap disapa Dara itu harus kembali menampilkan senyum palsunya saat Arda lagi-lagi melontarkan kalimat menyakitkan padanya. Menggoreskan luka, tanpa tahu bagaimana cara  menyembuhkannya. "Kamu itu seperti bumerang, walau sekuat apapun aku lempar menjauh, kamu akan tetap kembali... padaku." Arda dan Dara dipertemukan oleh takdir yang seakan terus menerus berputar mengaitkan keduanya. Sejak pertemuan pertama, Dara sudah tertarik pada Arda. Namun sebaliknya, Arda justru sudah menandai Dara sebagai perempuan yang harus ia jauhi, bahkan pada saat pertama kali manik mata mereka saling bertemu. Dara sudah hampir menyerah saat seseorang dari masa lalu kembali mengganggunya, ditambah dengan sahabat kecilnya yang perlahan mulai acuh padanya, serta alasan di balik sikap dingin Arda yang semakin memperjelas segalanya. Lalu Dara disadarkan oleh kenyataan, bahwa kisahnya memang tak pernah direstui oleh semesta. Setelah semuanya terasa semakin menyakitkan, apakah kebahagiaan masih pantas untuk didambakan?
like