Cerita Oleh Irfan Van
author-avatar

Irfan Van

TENTANGquote
about me, I am a social media activist, who wants to inspire the stories I have through the books I write
bc
The day boy and the nigt girls
Diperbarui pada Sep 14, 2020, 07:49
They were married that very day. And the next day they went together to the king and told him the whole story. But whom should they find at the court but the father and mother of Photogen, both in high favor with the king and queen. Aurora nearly died with joy, and told them all how Watho had lied and made her believe her child was dead. No one knew anything of the father or mother of Nycteris; but when Aurora saw in the lovely girl her own azure eyes shining through night and its clouds, it made her think strange things, and wonder how even the wicked themselves may be a link to join together the good.
like
bc
Doktrin zionisme dan ideologi Pancasila
Diperbarui pada Feb 22, 2020, 07:49
Pengantar Pada millenium 2000, sejarah dunia tengah memasuki pintu gerbang abad 21. Pada saat itu, lebih dari setengah abad, Indonesia telah menampakkan jati dirinya di atas panggung sejarah dunia dengan berdiri tegak di atas sistem Pancasila, dan bernaung di bawah sayap burung garuda. Sepanjang kurun waktu tersebut, Indonesia telah mengalami tiga periode pemerintahan dan dua kali pergantian UUD. Pertama, Indonesia di bawah pemerintahan rezim Soekarno, yang dikenal dengan orde lama. Pada masa itu, diberlakukan UUD 1945, UUDS 1950, dan akhirnya kembali lagi ke UUD 1945. Periode kedua, masa berkuasanya orde baru di bawah sistem militerisme pimpinan Jenderal Soeharto. Dan periode ketiga, adalah masa-masa transisi, yang disebut orde reformasi dengan presidennya, Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie. Dalam rentang waktu setengah abad lebih Indonesia merdeka, dominasi nasionalis sekuler dalam percaturan politik nasional, bagaimanapun juga telah menjadi penyebab semakin terpinggir-kannya peran agama dalam pengelolaan negara. Jargon?jargon politik yang sengaja dilansir oleh para politisi sekuler menunjukkan hal itu. Di dalam kerangka idiologi yang diletakkan kaum sekuler, tuduhan bahwa agama merupakan penyebab pokok instabilitas konstitusional, atau menganggap isu agama sebagai sektarian, primor?dial dan sebagainya, menjadi isu yang semakin hari makin melemahkan posisi agama dan kaum agamawan berhadapan dengan lembaga negara. Lalu mereka sampai kepada kesimpulan, supaya
like