Cerita Oleh Kiki Rianty
author-avatar

Kiki Rianty

bc
Student Love Story
Diperbarui pada Jan 13, 2020, 16:56
Awalnya, aku tidak tidak pernah memperhatikan Gibran tapi harus diakui jika aku merasa nyaman berada di dekatnya. Selain itu, dia tidak pernah menolak permintaanku yang lebih sering di luar urusan matakuliah dan belajar seperti meminta tolng dibelikan sarapan, meminta diantar pulang ketika aku malas menggunakan angkutan umum atau memnta ditemeni pergi jalan-jalan deket tempat kuliah. Singkat kata, kami sering bersam meskipun hanya sebagai teman kuliah saja. Aku tahu dia masih mencintai pacar pertamanya yang bernama Hilda dan kini menjalin hubungan dengan Raisa yang merupakan teman dekat waktu kecil. Jadi karena itulah aku merasa posisiku tidak akan berubah, tetap seperti awal. Hampir setiap hari dia bercerita tentang keduanya, aku tetap bersedia menjadi pendengar setianya. Selang beberapa waktu kemudian, Gibran berubah sikap, jauh lebih perhatian, jauh lebih peduli dan jauh lebih sering mengajak aku pergi bersama. Gibran sudah tidak lagi bercerita tentang mantan ataupun kekasihnya. Karena perubahan sikapnya itu, banyak yang mengira dia memiliki rasa yang berbeda kepadaku. Jik dilihat dari tatapan matanya, dari perhatiannya maupun dari semua hal yang dia berikan padaku. Saat itu, aku tetap menyangkalnya dengan alasan yang sama, bagiku kami tetap teman seperti biasnya. Ke esokan harinya, Gibran berdiri di depan meja kuliah ku dan melantunkan lirik " Ku akui aku main hati" , sebait lirik lagu yang sering sekali dinyanyikan Gibran. Sementara aku hanya melihatnya sekilas tanpa pernah berkomentar sedikitpun dan paing hany tertwa melihat ulahnya yang konyol itu. Aku dan Gibran tetap seperti itu sekian tahun lamanya. Aku merasa tidak perlu takut kehilangan, karena dia selalu ada setiap aku butuhkan.
like