Episode Satu
Setiap orang punya kisah cinta yang unik dan antik, ada yang penuh dengan warna-warni seperti pelangi, dan ada juga yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Kisah cinta sangat berharga untuk temen-temen yang sudah merasakannya. Aku adalah Geisha Miranda yang kuliah di UNIVERSITAS NEGERI DI YOGYAKARTA jurusan Teknis.
Gibran namanya. Seorang mahasiswa jurusan Teknik, kami satu jurusan dan satu ruangan juga. Usianya 2 tahun lebih tua dariku, dia suka bercanda gurau dengan teman-teman dan begitu juga denganku. Sosok yang ramah, baik serta perhatian kepada semua orang termasuk padaku.
Awalnya, aku tidak tidak pernah memperhatikan Gibran tapi harus diakui jika aku merasa nyaman berada di dekatnya. Selain itu, dia tidak pernah menolak permintaanku yang lebih sering di luar urusan matakuliah dan belajar seperti meminta tolng dibelikan sarapan, meminta diantar pulang ketika aku malas menggunakan angkutan umum atau memnta ditemeni pergi jalan-jalan deket tempat kuliah. Singkat kata, kami sering bersam meskipun hanya sebagai teman kuliah saja.
Aku tahu dia masih mencintai pacar pertamanya yang bernama Hilda dan kini menjalin hubungan dengan Raisa yang merupakan teman dekat waktu kecil. Jadi karena itulah aku merasa posisiku tidak akan berubah, tetap seperti awal. Hampir setiap hari dia bercerita tentang keduanya, aku tetap bersedia menjadi pendengar setianya.
Selang beberapa waktu kemudian, Gibran berubah sikap, jauh lebih perhatian, jauh lebih peduli dan jauh lebih sering mengajak aku pergi bersama. Gibran sudah tidak lagi bercerita tentang mantan ataupun kekasihnya. Karena perubahan sikapnya itu, banyak yang mengira dia memiliki rasa yang berbeda kepadaku. Jik dilihat dari tatapan matanya, dari perhatiannya maupun dari semua hal yang dia berikan padaku. Saat itu, aku tetap menyangkalnya dengan alasan yang sama, bagiku kami tetap teman seperti biasnya.
Ke esokan harinya, Gibran berdiri di depan meja kuliah ku dan melantunkan lirik " Ku akui aku main hati" , sebait lirik lagu yang sering sekali dinyanyikan Gibran. Sementara aku hanya melihatnya sekilas tanpa pernah berkomentar sedikitpun dan paing hany tertwa melihat ulahnya yang konyol itu. Aku dan Gibran tetap seperti itu sekian tahun lamanya. Aku merasa tidak perlu takut kehilangan, karena dia selalu ada setiap aku butuhkan.
Satu tahun kemudian, jurusan Teknik ada praktek (KKN). Aku dan Gibran tidak satu instansi bahkan beda kota, aku dan Gibran hanya bisa chat dan jarang ketemu bahkan tidak pernah ketemu. Praktek (KKN) selama 3 bulan, setelah praktek (KKN) selesai aku dan Gibran bertemu kembali dan bersalaman. Kita pergi ketempat makan daerah rumahku, kita saling cerita satu sama lain mengenai KKN dan sambil makan. Keesokan harinya, aku dan Gibran menyusun skripsi di sebuah perpustakaan kampus sampai tengah malam. Tiba-tiba Gibran bilang kepadaku "Aku mulai dulu suka sama kamu, tapi kamu selalu cuek dan tidak pernah merespon omonganku". Aku tersenyum dan berkata "Jangan begitu, kita kan sudah lama berteman jadi tidak mungkin dong aku jadi pendampingmu". Gibran menjawab "Ya sudah lah, kamu memang selalu begitu".
Aku dan Gibran selalu begadang di perpustakaan mengerjakan skripsi, 2 hari kemudian skripsi sudah jadi dan mau sidang. Tepat tanggal 2 Oktober 2019 kita sidang, kita saling suport agar tidak panik saat berada di dalam ruangan bersama penguji. Sidang skripsi tersebut di mulai dari aku baru Gibran. Setelah kita selesai sidang, dan sidang nya berjalan dengan lancar, Gibran mengajakku pergi di sebuah cafe deket kampus, kurang lebih 10 meteran dari kampus. Kita makan-makan, berfoto dan bergembira ria.
Ditanggal 10 Oktober 2019 Pengumuman kelulusan, aku dan Gibran saling mencari nama masing-masing. Aku panik, dan gemetar mencari namaku sendiri, sampai akhir nya aku melihat nama Geisha Miranda berada di urutan nomer 10 dinyatakan lulus. Aku sangat senang sekali, melihat namaku terpampang di papas kelulusan. Sedangkan Gibran masih mencari namanya, aku bantu mencarinya dan aku menemukan namanya, Gibran Ali berada di urutan nomor 21 dinyatakan lulus, aku langsung teriak memanggil Gibran. Kita bahagia dan teriak-teriak, Gibran langsung meluk aku dan berkata "kita lulus".
Ada pengumunan di Mading Kampus bahwa Wisuda di selenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2019 di AULA KAMPUS, orang tua dimohon hadir. Perempuan menggunakan kebayak dan untuk laki-laki menggunakan jas rapi jam 09.00 pagi. Wisuda ku tepat hari minggu aku dan kedua orang tua berfoto di AULA dan tak lama setelah berfoto Gibran dan keluarga datang, akhirnya kita foto bareng. Setelah wisuda, Gibran ngajak ketemu di sebuah cafe tempat biasa kita ketemu.
Dan disebuah cafe tersebut Gibran bercerita tentang pernikahan. Aku terkejut, muka ku memerah seperti udang yang dipanggang. Batinku berkata "Gibran kenapa ya bahas tentang pernikahan? dan mau menikah sama siapa ya?" cerita Gibran membuat ku penasaran dan bertanya-tanya. Akhirnya Gibran melanjutkan bercerita "Geisha sebenarnya, aku tuh mau bilang ke kamu mulai kemarinnya pas kita wisuda itu", aku menjawab " iya mau bilang apa".
Gibran "Aku mau menikah, menurutmu bagaimana?" tanya kepadaku
"Iya aku setuju-setuju aja, emang mau nikah sama siapa? jawabku
"Memang kamu gak ada rasa tah terhadapku, kenapa kamu malah sah-sah saja. Kamu gak cemburu tah, apa tah!" kata Gibran
Batinku "Kenapa Gibran ngomong kayak gitu ya, apasih yang ada di pikiran dia!!!"
"Biasa saja kok" kataku
"Beneran!!!" kata Gibran
Setelah berdebat sangat lama, akhirnya Gibran melanjutkan perbincangan tentang pernikahan itu. Aku mendengarkan apa yang Gibran ocehin. Tepat di tengah-tengah pembicaraan Gibran aku putus pembicaraannya, lalu aku bertanya "Kamu beneran?"
jawab Gibran "Aku serius, memang wajahku terlihat wajah pembohong tah?" , aku terdiam dan berkata dalam hati "Waduh, secepat inikah Gibran melamarku".
Aku bertanya lagi "Apakah kamu beneran, kamu gak bohong kan?"
"Beneran Geisha, aku gak bohong kok, serius deh" jawab Gibran
"Kamu sudah gak sayang lagi sama Hilda mantanmu?, dan kamu tidak melanjutkan hubungan dengan Raisa?" tanya ku
"Kamu sudah tau sendiri kan, kalau aku sudah tidak lagi cerita tentang dia kepadamu, dan aku mulai dulu sudah bilang kalau rasa cinta dan sayang ku hanya untuk mu Geisha. Tapi kamu hanya menertawakanku setiap aku bilang begitu" celoteh Gibran kepadaku
"Sebenarnya mulai dulu, aku sudah ngerasain perhatianmu terhadapku beda, setiap aku mau keluar jalan-jalan kamu selalu bersamaku dan selalu di dekatku, setiap pagi kamu selalu bawain sarapan untuku. Hanya saja aku bersikap dan merasa kamu itu temen kuliah saja. Maaf ya, kemarin-kemarinnya aku tidak peka terhadap prilaku dan perhatianmu terhadapku" cerita panjangku
Jawab Gibran dan bertanya kepadaku "Iya tidak apa-apa kok, gimana soal pernikahan itu. Apa kamu mau?"
Jawabku "Apa ini tidak terlalu cepat untuk semua itu?, aku masih mau kerja Gibran"
"Ini tidak terlalu cepat kok, oke tidak apa-apa kamu kerja dulu. Aku tunggu sampai kamu siap menjadi pendampingku" kata Gibran
Sebelum kulih di UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, Gibran kuliah disebuah universitas yogyakarta Diploma 2. Belum wisuda Gibran sudah bekerja menjadi programing web di yogyakarta dan melanjutkan Kuliahya di UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA jurusan Teknik. Gibran membayar kuliahnya dengan gaji dia bekerja menjadi programing, dia sudah mandiri dan pemikiran nya sangat dewasa sekali. Dia kerja sambil kuliah, the best untuk Gibran.
Keesokan harinya aku ditawari menjadi teknisi perempuan disebuah perusahaan yogyakarta, aku langsung interview bersama manajer perusahaan tersebut. Aku langsung keterima, dan besok bisa langsung kerja disana. Seneng banget aku tuh.
Aku langsung menghubungi Gibran "Hallo Gibran, aku keterima di Perusahaan Yogyakarta menjadi Teknisi Perempuan disana"
jawab Gibran "waw, keren banget. Sukses ya"
"Makasih Gibran. O iya aku besok sudah mulai bekerja loh" kataku
"Bagus deh, kita harus makan malam nantik untuk merayakan keterima nya kamu di perusahaan Yogyakarta" Gibran gembira
"Oke, siap. Nanti jemput kerumah ya, jam 7 malam" kataku
Tepat jam setengah 7 malam, aku sudah siap-siap untuk pergi makan malam bersama Gibran. Ponsel ku berbunyi, ternyata Gibran yang menghubungiku kalau dia sudah di depan rumahku. Aku masih siap-siap dan masih belum pakek make up, akhirnya aku bukain pintu rumah dan suruh Gibran masuk dan duduk di ruang tamu. "Masuk dulu ya, aku masih siap-siap dan masih belum make up hehe" bilang ke Gibran . "Iya cepetan ya, ibu sama ayah mana?" kata Gibran
Seketika aku kaget, mendengar Gibran ngomong ibu sama ayah. "Gibran manggil sebutan ibu dan ayah, apa gak salah denger ya!!" batinku
"Kamu manggil ibu dan ayah?" kataku
"Iya, kan bentar lagi aku akan menjadi menantunya. heheh" jawabnya santuy
"Walah-walah, kamu ini ya" sambil tersenyum
"Ibu sama ayah lagi keluar, tapi aku sudah bilang kok kalo mau pergi bareng kamu" kataku
"Aku lanjut make up dulu ya" lanjutku
Aku bergegas pergi kekamar dan siap-siap, aku percepat make up. kurang lebih 15 menitan lah ya. Setelah itu aku menemui Gibran yang sendirian di ruang tamu tanpa ada menemaninya. "Kasian banget sih kamu, sendirian mulai tadi. Maaf ya nunggu lama" kataku dengan rasa kasihan
Jawab Gibran "Tidak apa-apa kok, sudah siap?" jawabku "siap"
Aku keluar, dan ternyata ibu sama ayah sudah pulang, jadi Aku sama Gibran Langsung pamitan.
Singkat cerita, sengaja dijalan tidak aku tulis ya. karena dijalan kita saling diem hehehehe.
Sampai di Rumah makan, dan sudah pesen makan sama minum. Gibran bilang kepadaku "Besok kan sudah mulai kerja, jadi aku anterin ya"
Aku jawab "Tidak Usah Gibran, aku bisa sendiri", "Tapi kan itu hari pertama kamu kerja" kata Gibran
"Hmm gimana ya!!!" aku mencoba mengalihkan pembicaraan "Mending kita makan dulu"
"Ayolah please, mau ya. Besok aku jemput ya" Gibran memohon
"Okelah kalau begitu" jawabku singkat
Kita makan, sambil berbincang-bincang, ketawa dan berfoto selfie.
Selesai makan, Gibran langsung nganterin aku pulang. Sampek dirumah, Gibran langsung pamit pulang, dan ternyata ayah sama ibu sudah tidur.
Pagi-pagi alarm berbunyi pukul 05.20, aku langsung bergegas mandi. Tak lama kemudian Ponselku berbunyi ternyata yang telvon pagi-pagi adalah Gibran Ali, dia bilang kalau sudah di depan rumah. Aku langsung melihat di jendela kamar, dan memang benar dia sudah didepan rumah dengan motor kesayangannya itu. Aku langsung membukakan pintu, dan mempersilahkan dia duduk "Duduk dulu ya, aku masih belum siap-siap. Kenapa kamu pagi banget sih?" tanyaku ku
"Iya, karena aku takut telat nganterin kamu" jawab Gibran
"Uuuu so sweet" akutuh
"Aku siap-siap dulu ya, kurang lebih 20 menit lah ya" kataku
Aku masih siap-siap dikamar, kurang lebih 20 menit aku sudah siap dan pergi ke ruang tamu.
"Kamu sudah sarapan belum?" tanya ku pada Gibran
"Belum, kenapa?" tanya balik
"Aku buatin roti ya, aku juga belum sarapan juga soalnya" kataku
Aku kedapur ngambil s**u dan roti di kulkas, aku langsung kasikan ke Gibran yang ada di ruang tamu dan sekalian sarapan bareng. Kebetulan ibu sama ayah gak ada dirumah mungkin lagi ke pasar.
Setelah sarapan, kita bergegas berangkat kerja.
Dijalan Gibran nyerocos ngomong terus, sampek aku kehabisan kata-kata untuk menjawab nya. Selama 30 menit perjalanan, akhirnya nyampek juga di kantor.
"Terimakasih Gibran, sudah ngaterin aku" kataku
"Iya sama-sama, nantik aku jemput jam berapa?" kata Gibran
"Gak usah, kamu kan lagi kerja juga" jawabku
"Aku kan kerja nya dirumah cuma buat web, gak apa-apa lah" santuy
"Oke, beneran gak apa-apa kan?" bertanya lagi
"Iya bawel" , "Nanti jam 4 sore jemput, nantik tak chat ya" kataku
Waktu sudah pukul 04.00, waktunya pulang kantor. Aku berbegas beres-beres sebelum pulang, setelah beres-beres aku langsung keluar dan menunggu di deket taman kantor. Jarum jam menunjukkan pukul 04.20, Gibran belum datang juga. Tak lama kemudian, Gibran sudah berada di deket pos satpam dengan motor kesayangannya itu.
"Geisha, kamu sudah nunggu lama disini?" kata Gibran
"Ya, kurang lebih 20 menitan lah" kataku.
"Kamu mau kemana?" tanya Gibran kepadaku
"Mau pulang, badan ku sakit semua" jawabku
Aku memakai helm dan mulai menaiki motor, dalam perjalanan aku dan Gibran saling diam, tidak sepatah katapun yang muncul dari mulut kita. Tepat di jalan raya kota, tiba-tiba Gibran berhenti di depan Toko Coklat. "Kenapa berhenti disini? rumahku kan masih jauh" tanyaku
"Iya, aku mau beli es coklat so manja dulu" jawab Gibran
Aku nungguin di atas motor, dengan wajah kusam. Tak lama kemudian Gibran membawa dua cup gelas yang berisikan es coklat so manja keju. "Satu buat aku dan satunya buat kamu" kata Gibran
"Makasih ya, tau aja kalo aku lagi haus" itu aku
Tanpa aku meminta, Gibran selalu peka apa yang sedang dirasakan aku saat ini. Gibran memang idaman bangen, ini masih belum seberapa. Apalagi sudah nikah, mungkin pekerjaan rumah dia yang bersihin. Aku minum coklatnya sampai habis, dan ternyata Gibran mulai tadi lihat aku pas minum coklat. Aku gak tau kalo seperti itu, Gibran langsung ketawa. "Kenapa ketawa?" tanyaku
"Kamu lucu banget, minum es cepet kaleee habisnya" gembira
"Aku haus banget, karena tadi siang aku gak istirahat" kataku dengan nada rendah
"Ini punyaku minum, sapa tau kamu masih mau lagi" Gibran menawarkan coklatnya kepadaku
"Makasih, ya" Aku ambil coklat yang ada digenggaman Gibran, aku minum juga deh hehehe. Maklum lah ya, orang lagi kehausan akan kerinduan wkwkwkwk.
"Kita pulang yuk, sebelum hari mulai petang" ajakku
Tanpa menjawab, Gibran langsung menghidupkan motornya dan akupun langsung naik motor. Beberapa menit kemudian, Gibran nyanyi dengan lirik
"Berawal dari tatap"
"Indah senyummu memikat"
"Memikat hatiku yang hampa lara"
Aku pun langsung meluk Gibran, dengan tetes air mata. Gak tau kenapa air mataku jatuh seketika itu, padahal aku jarang banget bisa netesin air mata. "Tumben meluk aku" kata Gibran
Aku terdiam, dan tetap meneteskan air mata. "Kamu kenapa?" tanya Gibran
"Aku Gak apa-apa kok, hanya saja aku terharu kamu nyanyi seperti itu" jawabku
Gibran menertawakan aku yang lagi nangis. "Cengeng banget sih jadi orang" kata Gibran
Kita sudah sampek......
Aku gak nyadar, kalo sudah sampek di depan rumah.
"Makasih ya, sudah anterin aku sampek rumah dengan selamat" terimakasihku ke Gibran
"Iya sama-sama, aku langsung pulang ya"