bc

Istri Kecil CEO Dingin

book_age18+
4.2K
IKUTI
24.4K
BACA
HE
age gap
confident
boss
drama
city
addiction
like
intro-logo
Uraian

"Apa Paman tidak mau menyentuhku?! Atau jangan-jangan Paman gay?" tanya Cloe pada Vikram yang tengah memijat pelipisnya karena pusing akibat Cloe yang sejak tadi menggodanya. Bagaimanapun juga dia adalah pria dewasa yang normal terlebih gadis itu adalah istrinya sendiri. Akan tetapi, ia harus menahannya. Ada sesuatu dalam dirinya yang menahan untuk tidak menyentuh gadis itu. Vikram meninggalkan Cloe yang sudah mengenakan lingerie berwarna merah. Gadis itu kecewa karena pria berusia 35 tahun itu sama sekali tidak menyentuhnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Tiba-tiba Menikah
“Apa yang kalian lakukan?!” Sebuah teriakan yang menggelegar memenuhi ruangan berwarna monokrom membuat dua orang sedang terbaring di atas ranjang king size terkejut. Mereka berdua yang tidak lain adalah Vikram dan Cloe langsung menoleh pada sumber suara. Lantas kedua orang itu saling menatap satu sama lain dan turun dari ranjang. “Daddy!” “Tuan!” Mereka mengucapkan secara bersamaan saat melihat Rayhan, ayah dari Cloe tiba-tiba ada di kamar itu. Belum hilang rasa terkejut, Amanda ibu dari Cloe yang baru tiba di sana berteriak karena melihat Vikram hanya mengenakan handuk di pinggang. Rayhan langsung menutup mata Amanda dan menyuruh putri bungsunya untuk keluar sementara Vikram mengenakan pakaian ganti. Setelah selesai mengenakan pakaian, Vikram menyusul Cloe yang saat ini sedang duduk di sofa berhadapan dengan Rayhan dan Amanda. “Jadi ini yang kau lakukan pada putri ku, Vikram?! Kau memanfaatkan kepercayaan ku!” geram Rayhan pada pria dewasa berusia 35 tahun yang ada di samping putrinya. “Itu semua tidak seperti yang Anda pikirkan, Tuan. Kami-“ “Memang nya apa yang akan kau pikirkan ketika melihat putri ku sedang berada di bawah kungkungan seorang pria yang telanjang!” “Saya masih mengenakan handuk, Tuan.” “Iya, saat kami datang! Kalau kami tidak datang mungkin saja kau sudah ... apa jangan-jangan hubungan kalian sudah sejauh itu? Kau sudah mengambil kehormatan putri ku?! Berapa kalian melakukannya?! Apa sejak dulu? Sejak putri ku masih pelajar sekolah menengah atas?!” Vikram memejamkan mata. Ia tidak menyangka malam ini akan di sidang oleh kedua orang tua gadis yang selama empat tahun tinggal bersama. Pria berparas tampan itu menoleh pada Cloe yang hanya menundukkan kepala sejak kedua orang tua itu datang ke apartemen nya. Cloe masih setia menundukkan kepala dengan jari tangan yang terjalin satu sama lain. Ia benar-benar takut dengan kemarahan Rayhan. Kemarahan itu yang ia lihat seperti empat tahun lalu dan berakhir diusir dari rumah megah dan mewah sultan dari Kalimantan itu. “Tapi kami tidak melakukan apapun, Dad. Semuanya hanya salah paham,” ucap Cloe dengan lirih dan setia menundukkan kepala. “Daddy tidak mau tahu! Kalian harus menikah besok. Vikram, kau bawa perwakilan keluargamu dan saya yang akan langsung menikah kan kalian berdua!” ucap Rayhan tidak ingin dibantah oleh siapapun. “Tapi, Dad, aku masih kuliah dan syarat beasiswa adalah tidak boleh menikah.” “Kalian bisa menyembunyikan selama Cloe masih kuliah. Yang pasti tidak boleh hamil selama kuliah.” Vikram menghela napas. Ia yakin jika Rayhan benar-benar tidak bisa dibantah lagi ucapannya. Mau tidak mau ia harus melakukan apa yang Rayhan perintahkan. “Baiklah, saya akan bertanggung jawab, Tuan. Keluarga saya hanya tinggal Mark dan ibunya saja,” jawab Vikram pada akhirnya membuat Cloe menoleh dan menggelengkan kepala. Vikram mengedikkan bahu sebagai jawaban untuk gadis itu. Ia kembali menatap Rayhan yang sedang melipat kedua tangannya di atas perut. “Bagus! Cloe, kamu ikut daddy pulang ke rumah. Mark dan Amber sudah menunggu!” “Aku tidak mau! Aku mau di sini saja bersama dengan Paman Vikram!” “Jangan membantah! Menurut lah sekali ini saja!” Cloe menelan ludah dengan kasar, selamanya memang ia tidak akan pernah membantah ucapan sang ayah. Berbeda dengan Amber yang bisa melakukan apa saja. Sebenarnya, Cloe memang merasa iri dengan kakaknya itu. “Pergilah, jangan membuat kedua orang tuamu lebih marah daripada ini,” ucap Vikram membuat Cloe mencebikkan bibirnya dan bergegas masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Rayhan dan Amanda menggelengkan kepala saat melihat Cloe hanya mengenakan crop top dengan bahu terbuka dan rok mini sebatas paha atas. “Apa selama ini dia berpakaian seperti itu?” tanya Amanda pada suaminya yang sedang memijit kepala karena pusing dengan kelakuan Cloe. “Aku pikir setelah tinggal di Jakarta dia akan berubah, tetapi dugaan ku salah dia justru semakin nakal,” ujar Rayhan pada Cloe. Vikram ingin membantah ucapan Rayhan dan membela Cloe, tetapi ia merasa semuanya akan berakhir sia-sia karena pria paruh baya itu sedang dalam keadaan emosi. “Tap, Mas, apa bisa kita menikah kan mereka berdua dalam satu hari? Bukankah kita memerlukan data-data buat diisi?” ujar Amanda setelah mengingat jika tidak mudah mendaftarkan pernikahan. “Kamu lupa siapa suamimu ini? Dengan uang yang kita miliki pasti mereka bisa melakukan keinginan kita, Sayang.” Amanda mengangguk, ia akan mendukung apapun keputusan suaminya. Perempuan itu meyakini jika Rayhan telah memikirkan semua itu dengan matang. Tidak lama kemudian Cloe keluar dengan pakaian yang baru. Celana hitam panjang dan hoodie hitam. Mereka bertiga keluar dari apartemen setelah berpamitan pada pemiliknya. Vikram menghela napas, mengusap wajah dengan kasar tidak pernah terpikir kan akan menikah karena sebuah kesalahpahaman itu. Ia ingat kenapa Cloe berada di kungkungan nya. Beberapa saat lalu, sebelum kedua orang tua Cloe datang. Gadis itu pamit padanya saat Vikram baru saja selesai mandi. Pria itu melarang Cloe karena gadis itu ingin pergi ke klub dengan mengenakan pakaian terbuka. Cloe yang bersikeras mengabaikan larangan dari Vikram dan mengambil kunci mobil milik pria itu begitu saja sehingga Vikram langsung mengambil tetapi sayang, karena tidak seimbang akhirnya ia terjatuh di atas tubuh Cloe. Belum sempat ia bangun, kedua orang tua Cloe datang. Vikram kembali mengusap wajah dengan kasar saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Ia mengambil ponsel dan menghubungi tante nya yang bernama Eliz dan setelah itu menghubungi Mark. Tentu saja kedua orang itu terkejut, tetapi hanya sesaat karena Vikram berhasil menjelaskan pada mereka. “Mungkin tidak buruk juga menikah dengan bocah itu, walaupun aku tidak mencintainya untuk sekarang,” gumam Vikram yang sebenarnya merasa takut jika Cloe akan kabur dan mempermalukan keluarganya saat pernikahannya nanti sama seperti beberapa tahun silam sebelum ia lupa ingatan. Vikram memilih menyelesaikan pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan di kantor. Sebagai CEO dari V Company, tidak membuat ia santai justru banyak pekerjaannya. Pria itu mengetik asal pada keyboard macbook saat tidak bisa konsentrasi bahkan menekan dengan sangat kencang. “Sial!! Kenapa ini sangat mengganggu ku!” Vikram bersandar pada kursi kerja, kemudian beranjak dan keluar dari apartemen nya mencari udara segar. Saat ia sedang mengendarai motor tiba-tiba ponsel nya berdering. Pria itu menepikan motornya dan mengambil ponsel dari kantong jaket nya. “Cloe, ada apa dia menghubungi ku,” gumam Vikram. “Halo,” jawab Vikram setelah menggulir tombol berwarna hijau. Vikram menjauhkan ponsel nya saat mendengar teriakan Cloe. Teriakan tangisan yang membuat ia meringis. Selama tinggal dengannya gadis itu tidak pernah menangis kecuali saat ia hampir mati waktu di pulau empat tahun silam saat menolong mantan atasannya sebelum ia memiliki perusahaan sendiri. “Ada apa?” tanya Vikram dengan enggan. “Paman, aku mau keluar dari rumah ini. Daddy marah abis-abisan padaku!” Cloe mengadu pada Vikram . “Terus?” “Paman! Apa Paman sudah tidak peduli padaku?! Paman jahat!” Belum sempat Vikram menjawab panggilan sudah dimatikan sebelah pihak oleh Cloe. Pria itu mencoba kembali menghubungi tetapi ternyata nomor nya tidak aktif. “Apa nomor ku diblokir? Dasar gadis labil,” gumam Vikram kemudian kembali mengendarai motornya membelah jalanan kota Jakarta. Hari pernikahan mereka telah tiba, Vikram sudah siap dengan tuxedo berwarna putih dan duduk di atas pelaminan. Ia menoleh saat Cloe duduk di sampingnya dengan mengenakan kebaya berwarna senada dengan tuxedo yang dikenakan oleh Vikram. Vikram mulai berikrar janji pernikahan bersalaman dengan Rayhan, sementara Cloe sejak tadi hanya diam dan menundukkan kepala. Setelah menandatangani buku pernikahan, mereka berdua melakukan sungkem dan duduk di kursi pelaminan menyambut keluarga yang memberikan selamat. Vikram berkali-kali menoleh pada Cloe yang sejak tadi diam saja dan lesu. Ia menarik tangan gadis itu dengan pelan, tetap di tepis oleh pemiliknya. “Tersenyumlah, aku tidak mau mereka berprasangka buruk tentang ku!” ucap Vikram membuat Cloe mencebikkan bibirnya. “Kalau kau mau tersenyum, nanti akan aku berikan uang sepuluh juta. Bagaimana?” tanya Vikram memberikan penawaran pada Cloe. Mendengar uang dengan nominal yang tidak sedikit itu membuat mata Cloe berbinar, lantas menganggukkan kepala. “Deal!” ucap Cloe dengan wajah berseri-seri. Vikram hanya dapat menggelengkan kepala melihat kelakuan gadis itu. Cloe dan uang seperti tidak dapat dipisahkan. Selain materialistis, ia juga dikenal dengan gadis yang penuh perhitungan dan perfeksionis. Empat tahun bersama dengan Cloe membuat Vikram mengenal asli sifat gadis itu. Namun, pria itu sama sekali tidak menyalahkan nya karena Vikram tahu kenapa Cloe bersikap demikian. Perjuangannya tidak mudah sejak diusir oleh ayahnya. “Mana uangnya?!” tanya Cloe sambil menengadahkan tangan ketika mereka tiba di kamar. Vikram yang sedang melepaskan dasi menghentikan kegiatannya dan menoleh pada gadis itu yang berdiri di pintu walk in closet. Pria itu hanya menatap Cloe sebentar karena saat ini sudah memunggungi Cloe kembali. Cloe yang kesal karena diabaikan, ia mengangkat kebaya dan menghampiri pria yang berstatus menjadi suaminya. Tangan gadis itu menarik ujung tuxedo yang dikenakan oleh Vikram. “Mana? Paman sudah janji lho, tidak boleh ingkar!” “Cloe, apa mahar dariku tidak cukup? Satu milyar tidak cukup untukmu?!” tanya Vikram lalu menghadap pada Cloe. “Apa! Satu milyar? Paman tidak berbohong kan?” Cloe memicingkan mata mencoba mencari kebohongan dari suaminya. “Tidak. Untuk apa aku berbohong? Salah siapa tadi melamun!” Vikram mencibir Cloe yang saat ini sedang melamun membayangkan apa yang akan ia lakukan pada uang satu milyar itu. “Tapi tetap saja Paman harus tepati janjinya. Tidak boleh ingkar lho, ingat! Pria yang dipegang adalah ucapannya!” Vikram hanya bergumam saat mendengar ucapan istrinya. Ia memilih membuka tuxedo dan kemeja nya. Bagi Cloe pemandangan seperti itu sudah biasa ia lihat jika hanya bertelanjang d**a. Vikram dengan sengaja melepaskan celana panjangnya membuat Cloe menjerit dan berbalik badan, tetapi sayang karena tidak seimbang akhirnya ia terjatuh ke lantai. Vikram yang terkejut langsung saja menolong gadis itu. Namun, saat pria itu memegang bahu istrinya, gadis itu mengerang kesakitan. “Apa ini sakit? Kenapa yang sakit bahu? Yang jatuh b****g kamu!” ujar Vikram. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Cloe, pria itu membuka paksa kebaya bagian punggung dan betapa terkejut nya saat melihat punggung mulus milik Cloe. “I-ini ....”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook