Sudah dua hari sejak kejadian pesta di luar kota, Cloe tidak bertemu dengan Vikram. Suaminya itu pergi tanpa berpamitan seperti biasa. Berkali-kali ia menghubungi, tetapi tidak terhubung. Perasaan semakin gelisah dan khawatir. Cloe duduk termenung di balkon, dagu bertumpu pada kedua kaki yang dinaikkan ke atas kursi. Entah sudah ke berapa kali helaan napas keluar berharap dapat menghilangkan rasa sesak di hati. Ia merenung, kenapa seolah dunia kembali tidak berpihak padanya? Ini pertama kali perempuan itu merasakan mencintai seseorang, tetapi pria itu menolak. “Aku tidak yakin kalau Paman mencintaiku seperti apa yang dikatakan oleh Om Darso. Dia posesif padaku karena merasa menanggung beban tanggung jawab yang Daddy berikan padanya. Aku yakin karena itu bukan karena dia yang mencintaiku

