“Paman!” teriak Cloe membuat Vikram menoleh. Pria itu melebarkan mata saat melihat sang istri sedang diapit oleh dua orang berbadan besar. Ia mengepalkan tangan, lalu menatap tajam pria yang ada di hadapannya. “Siapa yang mengirimmu?!” desis Vikram. “Kau tidak perlu tahu. Bukan hanya kau, tapi lihatlah mereka,” ujar pria itu. “Ikuti kemauan kami atau kau akan bernasib sama dengan mereka, tidak berdaya dan pasrah,” tunjuk musuh Vikram pada beberapa tamu ulang tahun kliennya. Bahkan, pemilik acara pun ikut jadi tawanan. “Apa yang kau inginkan? Bahkan aku tidak sekaya mereka, kenapa kau mengincarku?” “Batalkan kerja sama dengan Tuan Lincoln, maka kami akan melepaskan mereka.” Vikram mengangguk. Ia menoleh pada kliennya yang sedang ditahan oleh mereka. Sialan! Ini jebakan! Vikram terk

