“Di sinilah masalahnya, Nona. Aku harap Nona memang tulus menyayangi Seno dan Pertiwi. Bukan karena memanjakan mereka karena merasa akan meninggalkan mereka.” Gita terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, “Memangnya salah kalau aku mempunyai niat seperti itu? Bukankah lebih baik daripada tidak sama sekali?” “Itu baik menurut Nona, tapi tidak bagi orang lain. Ada kalanya kita harus peka dengan perasaan orang sehingga tidak mematahkan hati orang tersebut. Maksudnya adalah lebih baik tidak ada sama sekali daripada ada hanya untuk menyakiti.” Gita mengulum bibir bawahnya. Dia menyadari kalau Estu selain berkharismatik, suaminya itu juga cerdas. Pola pikir Estu membuat orang tercenung dan tak jarang tanpa disangka bisa menohok. Tak punya jawaban untuk menjawab, Gita langsung naik ke

