Nyatanya gara-gara Estu berkata seperti itu, Gita tidak bisa tertidur lagi. Dia membayangkan apa yang dikatakan oleh Estu. Oh, tidak! Itu jangan sampai terjadi. Tidur bersama Estu? No, no, no. Perlahan Gita menolehkan ke sofa. Pada Estu yang tengah berbaring dengan kaki yang menekuk. Deg. Perasaan Gita tiba-tiba seperti dipukul oleh sesuatu. Melihat posisi tidur Estu yang seperti itu, pastilah suaminya itu tidak tidur dengan nyaman. Kalau dipikir-pikir kasihan juga. Mungkin suaminya merasa pegal jika terus begitu selama beberapa jam. Lalu bagaimana dengan malam kemarin? Tidak hanya tidur dengan menekuk kaki, Gita juga menduga Estu tidur kedinginan karena tanpa selimut. Dia memang istri yang kejam. Apakah dia berdosa? Gita menggembungkan pipinya selama beberapa detik. Sepertinya pikir

