bc

Dosenku Penggoda Wanita

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
HE
age gap
badboy
drama
bxg
campus
love at the first sight
teacher
like
intro-logo
Uraian

Mia Paramitha adalah seorang mahasiswi semester dua dengan kehidupan yang berubah total, bokapnya mengalami kasus korupsi dan sampai saat ini masih ditahan pihak kepolisian. Sementara nyokapnya tiba-tiba saja meninggalkannya dan kini ia hanya tinggal bersama neneknya dengan harapan ia bisa lulus tepat waktu dan bekerja untuk meringankan beban sang nenek. Ia memiliki mantan pacar ketua BEM bernama Farel.

Sandy William seorang dosen berusia dua puluh tujuh tahun dengan wajah tampan yang menonjol. Lelaki keturunan bule itu selalu menggemparkan hati para mahasiswi dikampus. Tidak ada yang bisa menandingi pesonanya, ia adalah lelaki perfect di mata para wanita. Dengan cara pengajaran yang menyenangkan dan humoris, ia sangat disukai para mahasiswi dan menjadi musuh para mahasiswa. Namun tidak banyak yang tahu kalau dosen tampan ini merupakan seorang playboy diluar lingkungan kampus.

Walau awal pertemuan mereka berdua tidak begitu baik, tapi lambat laun Mia mulai merasa jatuh cinta dengan Sandy. Sifat asli Sandy yang mulai ia ketahui sempat membuatnya goyah, namun ia tetap berusaha menerimanya. Ia bertekad untuk merubah kehidupan buruk yang dilakukan Sandy karena masa lalu kelam yang dialaminya. Mia pantang menyerah untuk mendapatkan hati dosen tampan itu.

Pada akhirnya keduanya disatukan dalam balutan cinta. Apakah mereka mampu mengatasi segala masalah yang akan mereka hadapi? Apakah Sandy akan benar-benar tobat dari sikap playboynya? Silahkan ikuti kisahnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Berita Korupsi
Sepulang sekolah Mia berjalan dengan hati riang. Ia senang akhirnya bokapnya pulang juga dari Singapore. “Yes, pasti papi beliin Mia sesuatu” ucapnya tersenyum bahagia sambil melangkahkan kaki memasuki rumah. Namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya ketika melihat ada dua mobil polisi ada di halaman rumahnya. ‘Loh kok ini ada mobil polisi? Emang ada apa ya?’ Mia yang tampak bingung sekaligus sedikit khawatir takut terjadi suatu hal yang buruk segera berjalan cepat menuju pintu depan. “Bram, ada apa ini? Tolong jelasin ke saya, saya enggak ngerti, pak polisi memangnya suami saya melakukan apa?” terlihat raut wajah mami yang tampak panik ketakutan. “Ibu tolong tenang dulu ya, pihak kepolisian akan membawa suami ibu atas dugaan kasus korupsi yang dilakukannya senilai 89 Miliar. Kami akan melakukan pemeriksaan dan penahanan di kantor” “Tapi pak, Bram enggak pernah melakukan hal itu, saya yakin itu, ia enggak bakalan berani melakukan hal kotor seperti itu, jadi tolong lepaskan suami saya dia enggak bersalah” mami segera berlutut memohon agar pak polisi melepaskan borgol yang sudah terpasang di kedua tangan suaminya. Mia yang melihat kejadian itu tepat didepan matanya sangat terpukul dan terkejut secara bersamaan. “Pa-pi, a-ap-a semua ini benar?” tanya Mia tiba-tiba sambil terbata-bata. Pak Bram sedikit terkejut melihat Mia ada didepan pintu, namun ia hanya diam menunduk tidak berani menatap wajah Mia anak kesayangan satu-satunya itu. “Baik kalo gitu, kami permisi dulu” Polisi segera berjalan membawa bokapnya yang hanya tertunduk lesu dengan borgol yang mengelilingi tangannya. Mia terperangah melihat kejadian itu tepat dihadapannya. Lalu ia segera berlari menghadang meminta polisi untuk tidak membawa bokapnya ke kantor polisi. “Bapak pasti salah orang kan? enggak mungkin papi saya melakukan hal itu, papi enggak pernah melakukan hal kotor seperti itu, jadi tolong jangan bawa papi saya” Mia memohon sambil terus memegangi lengan bokapnya dengan erat. “Tolong lepaskan tanganmu dek, kamu harus bangun dari kenyataan jangan seperti ini. Papimu akan ditahan untuk waktu yang cukup lama dan rumah ini akan disita, silahkan kalian segera pindah dari rumah ini” polisi segera melepaskan genggaman tangan Mia yang menempal pada pak Bram. Ia segera menyuruh pak Bram untuk masuk kedalam mobil. Mia melihat bokapnya dari jendela kaca mobil. Pak Bram balas melihat Mia dan maminya dengan keadaan wajah yang sedih, menyesal bagai mati rasa. Mia menatap wajah bokapnya lekat-lekat. Terlihat pak Bram mengatakan sesuatu sebelum mobil polisi itu jalan. “Ma-maaf-kan papi ya” kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut bokapnya. Mia langsung menangis sejadi-jadinya. Ia tidak menyangka bokap yang sangat ia sayangi kini harus berada di kantor polisi dengan perbuatan kotor yang dilakukannya. Mia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Kejadiannya begitu cepat, bahkan ia sama sekali tidak curiga dengan kekayaan yang bokapnya punya. Ia hanya tahu bokapnya bekerja dengan keras hingga bisa seperti sekarang ini, ternyata dalam sekejap mata semuanya musnah. Kini yang tersisa hanya Mia dan nyokapnya yang tidak tahu harus tinggal dimana. Mami menangis tiada henti. Ia tidak terima suaminya harus ditahan karena kasus korupsi. Selama ini hidup nyokap selalu terpandang. Ia hidup dengan glamor, berfoya-foya, menikmati uang yang tiap bulan ditransfer oleh bokap, namun kini nyokap terlihat yang paling terpuruk dalam menghadapi keaadaan ini. Mia mencoba menenangkan nyokapnya dan menyuruhnya untuk istirahat dulu dikamar, namun nyokapnya menolak dan ia ingin sendirian tidak mau diganggu oleh siapapun. Mia pun mencoba mengerti dengan situasi yang terjadi. Mungkin nyokapnya sangat terpukul dan ingin menyendiri. Mia mencoba membuka ponselnya dengan rasa takut. Ia tidak siap jika bokapnya menjadi headline berita hari ini. Ia takut muka bokapnya akan terpampang nyata di berita dan social media hingga tersebar luas. Ternyata benar saja dugaan Mia. Ia melihat foto bokapnya yang tengah berjalan keluar dari mobil polisi, ia dikerubungi oleh para wartawan yang menanyai dirinya terkait kasus korupsi. Mia melihat video yang tersebar di social media. Terlihat bokapnya berjalan dengan kesulitan karena para wartawan terus mengerubunginya, mereka semua meminta keterangan kepada pak Bram terkait berita korupsi yang sedang viral di internet. Mia tidak kuat melanjutkan videonya. Ia tidak sanggup menatap wajah bokapnya yang sudah membohonginya selama ini, ternyata selama ini ia hidup dengan memakan uang rakyat. Ia tidak menyangka dirinya juga menjadi bagian dari kejahatan bokapnya. ‘Ini benar-benar gila, rasanya gue enggak sanggup untuk ketemu siapapun’ batin Mia membayangkan dirinya yang tampak tidak tahu malu sudah memakan uang haram yang sama sekali ia tidak ketahui. Beberapa menit kemudian terlihat pihak bank mengunjungi rumah Mia dan menyuruh Mia serta mama Lita untuk segera pergi dari rumah mereka. Pihak bank akan segera menyita rumah mewah mereka. “Kami akan menyita brangkas dan semua ATM serta kartu kredit yang dimiliki oleh pak Bram dan ibu Lita karena kemungkinan uang yang kalian gunakan adalah uang hasil korupsi, begitu juga dengan rumah ini, kami akan menyita rumah ini, kalian bisa segera pindah dari rumah ini” ‘Kalau begitu kita sama sekali tidak punya uang? Bagaimana ini?’ batin Mia sangat kacau. Mia saja hampir tidak pernah kekurangan uang selama hidup, namun sekarang hidupnya berbanding terbalik dengan dirinya yang dulu. ‘Apa ini yang dinamakan roda itu harus berputar?’ gumamnya. “Pak, tolong beri saya waktu sampai besok, saya tidak punya tempat tinggal lain selain dirumah ini, saya mohon pak” pinta mami sambil berlutut dengan konyol. “Kalau begitu saya beri kalian waktu sampai besok, kalau besok kalian belum juga berkemas, kami akan mengusir paksa atas dasar kasus korupsi yang melibatkan suami ibu pak Bram” Mami tampak sedikit lega dan berterimakasih. Akhirnya mereka tidak jadi pergi hari ini. Mia masih tampak linglung tak tentu arah, kini ia harus berfikir kemana dirinya harus mengungsi mencari tempat tinggal. Malamnya, Mia mendengar nyokapnya tengah berbicara dengan seseorang di telpon. “Saya bisa tinggal disana benar mah? Kalau gitu besok saya dan Mia akan segera berkemas. Maaf ngerepotin mamah” “Kalau gitu sampai besok mah” Nyokapnya segera mengakhiri panggilan telpon. Mami Lita segera memasuki kamar Mia. “Siapkan barang-barang kamu, besok kita berkemas kerumah nenek” mami Lita segera berjalan keluar dengan mata yang masih sembab. ‘Jadi gue sekarang tinggal dirumah nenek?’ gumam Mia sambil berfikir. Mia merasa sangat jarang mengunjungi neneknya, karena jaraknya lumayan jauh dan Mia selalu sibuk dengan sekolah serta les-les yang selalu ia ikuti dulu. Kini sekarang ia bisa jadi lebih dekat dengan neneknya. Mia berharap ini yang terbaik untuknya dan nyokapnya

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook