Kayana sedikit kaget saat Erland berlari ke dalam dan ketika sampai di tempatnya berdiri, anak laki-laki itu memandang aneh mamanya. Memegang tangan milik Kayana dan menarik untuk di ajaknya keluar menemui Dion. Tangan mungil yang selalu berhasil membuatnya tenang, tangan yang sering sekali mengusap-usap kepalanya ketika tengah sakit. Ya, bagi Kayana, Erland adalah obat dari segala macam penyakitnya, menjadi penyemangat yang tidak pernah lelah ada untuknya. “Mama dari tadi disini?” tebaknya dan yang ditebak terlihat malu sekali. Kayana lalu menaruh telunjuk kanannya di bibir yang terkatup tanda bahwa Erland diminta untuk tidak memberi tahu pada siapa-siapa tentang keberadaannya disini. Erland menurut saja sambil melanjutkan langkahnya dengan sang mama. “Erland jangan bilang ya ke Om Dion

