77

1003 Kata

Dengan berbekal sebuah keyakinan, Aksa akhirnya benar-benar datang menemui Kayana di rumahnya. Berharap mendapat tanggapan baik dari Anandita dan Erland. Beberapa barang bawaan sudah terjejer rapi di bawah meja sofa sebagai buah tangan untuk keluarga Kayana. Kala itu Aksa sudah dipersilahkan masuk dan duduk oleh bibi, memakai kemeja lengan panjang berwarna cream juga celana bahan senada, sepatu cokelat tua mengkilap yang ia kenakan menandakan betapa mahalnya benda itu. Ia duduk dengan sedikit gugup, terlihat dari telapak tangannya yang dingin dan berkeringat. Sesekali melihat jam tangannya, juga layar ponsel yang ada disaku bajunya. Melihat sekeliling suasana di ruang tamu ini, memang tidak terlalu luas namun terasa nyaman dan sejuk. Langkah kaki terdengar dari arah dalam menuju ruang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN