Kaget bukan main ketika melihat seorang laki-laki masuk ke dalam florist. Laki-laki itu adalah Aksa, yang sempat menjadi perbincangan Kayana dan Shasy beberapa menit lalu. Aksa tampak membawa paper bag yang cukup besar, sepertinya itu memang khusus ia berikan pada Kayana. Senyumnya yang ikhlas ia tebar begitu melihat perempuan pujaannya yang saat itu begitu nampak cantik dimatanya. “Pagi Kay, Shasy.” “Pagi juga Pak Aksa,” balas Shasy dengan senyum yang ia buat-buat. “Pagi Tuan Aksa.” Kayana juga nampak memaksa bibirnya untuk tersenyum. “Kay, bukannya aku sudah tiap saat bilang kalau jangan panggil aku dengan sebutan tuan. Risih rasanya, Kay.” “Baiklah, Mas Aksa. Ada apa kesini?” “Boleh aku duduk, Kay?” “Oh, ya silahkan!” Kayana menunjukkan sofa pada Aksa untuk ia duduk. Lalu mereka

