Florist sudah tampak sepi sore ini, hanya tinggal beberapa pengunjung saja yang masih setia berada disana, masih memilih-milih bunga dan tanaman hias dalam pot. Kayana juga nampak santai duduk di sofa sambari memainkan ponselnya. Ada beberapa toples makanan ringan disana, di meja sofa. Sesekali Kayana tersenyum sendiri melihat ponselnya. Ada beberapa pesan pribadi yang masuk dan hampir bersamaan, dari Dion juga Aksa. Mukanya berubah masam, bingung bukan main. Semua mengungkapkan keinginannya untuk datang ke florist. Ah.. kenapa bisa kebetulan bersamaan mau datang? Ungkapnya dalam hati. Karena kebingungannya, semua pesan dari mereka berdua tidak ada yang dia balas. Ia memilih untuk mematikan ponselnya, kemudian menghampiri Shasy yang tengah sibuk di depan laptop. Gadis itu selalu kelihatan

